<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217</id><updated>2012-01-26T18:12:43.273-08:00</updated><category term='Sejarah'/><category term='Misa'/><category term='Valentine&apos;s day'/><title type='text'>Mudika Santo Yosep Bintaran</title><subtitle type='html'>We Are The Youth Community, never give up and dare to block the era challenge.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>30</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-839100290165340574</id><published>2010-07-28T00:21:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T00:26:30.963-07:00</updated><title type='text'>Wawanhati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_VjRlfEfruHA/TE_bV_yDtqI/AAAAAAAAAFE/p79L_9XY9r8/s1600/DSCF5977.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_VjRlfEfruHA/TE_bV_yDtqI/AAAAAAAAAFE/p79L_9XY9r8/s400/DSCF5977.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498854840987793058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_VjRlfEfruHA/TE_bVlZ-0bI/AAAAAAAAAE8/knO8rYge0IE/s1600/DSCF5969.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_VjRlfEfruHA/TE_bVlZ-0bI/AAAAAAAAAE8/knO8rYge0IE/s400/DSCF5969.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498854833907487154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal  17 Juli 2010, Gereja Katolik Santo Yusup Bintaran Yogyakarta menyelenggarakan Penerimaan Sakramen Krisma. Kegiatan ini diselenggarakan di Stasi Pringgolayan. Romo yang memimpin misa adalah Romo Administrator Diosesan Keuskupan Agung Semarang, Romo Pius Riana Prapdi, Pr. Dalam khotbahnya Romo bercerita tentang sebuah perumpamaan yang pernah dijumpainya. Kebetulan menurut keterangan di Stasi Pringgolayan itu banyak umat yang profesinya sebagai dosen, maka Romo bercerita tentang seorang dosen yang memberikan mata kuliah praktek di kelas. Pada jam itu dosen itu membawa perlengkapan berupa ember, pasir, batu kerikil, batu agak besar, batu bongkahan yang sangat besar hampir ¾ ember besarnya dan air. Pertanyaan dosen itu kepada para mahasiswanya adalah bagaimana agar semua bahan-bahan itu bisa masuk semuanya ke dalam ember sampai penuh. Maka urutan yang benar adalah pertama yang dimasukkan dalam ember adalah bongkahan batu yang paling besar, lalu batu agak besar, batu kerikil, kemudian pasir baru paling akhir adalah air. Dalam cerita ini Romo ingin menyampaikan bahwa kita kadang terlalu meributkan hal-hal kecil yang kurang begitu penting daripada hal-hal yang paling mendasar yang dimasukkan dalam hati dan pikiran kita. Hal paling penting yang harus dimasukkan dalam hati kita dan pikiran kita adalah Kristus, setelah itu baru hal-hal kecil yang lain. Kita kadang melupakan hal yang paling penting itu dan malah memasukkan hal-hal kecil yang kurang penting terlebih dahulu seperti dalam perumpamaan tadi adalah pasir dan kerikil sehingga hal yang paling besar dan mendasar menjadi tidak dapat masuk ke dalam hati dan pikiran kita. Kurang lebih itu yang disampaikan Romo Pius Riana Prapdi dalam khotbahnya.&lt;br /&gt;Sehari sebelumnya hari Jumat, 16 Juli 2010 diadakan ramah tamah di Aula Gereja Bintaran. Acara ini yang menjadi panitia para OMK (Orang Muda Katolik). Para OMK menyebut acara ini adalah wawanhati. Acara ini dilaksanakan dalam 2 sesi yaitu pukul 9.00-13.00 WIB dan pukul 17.00-22.00 WIB. Dalam acara sesi pertama yang diundang adalah para lansia, sehingga acara ini diselingi iringan tembang macapatan dan geguritan. Wawanhati ini berisi tanya jawab antara Romo Paroki, Romo Administrator Diosesan KAS, dengan umat. Pertanyaan umat juga bermacam-macam mulai dari bagaimana kiat-kiat agar kegiatan yang diselenggarakan pengurus dewan selalu dipenuhi umat, permasalahan pernikahan beda agama, sampai ada juga umat yang menanyakan tentang malaikat penjaga dan persiapan sebelum kematian hal ini bisa dipahami karena para audiens adalah para lansia.&lt;br /&gt;Pada Sesi Kedua, yang diundang adalah para pengurus dewan paroki dan pengurus lingkungan. Dalam acara ini pertama ditampilkan laporan kegiatan yang sudah dilaksanakan pengurus dewan paroki periode ini. Kemudian dilanjutkan tanya jawab seperti sebelumnya. Dalam sesi tanya jawab yang kedua ini pertanyaan lebih beragam karena audiens berasal dari beragam usia dan kalangan. Acara penyambutan Romo Administrator diakhiri dengan pentas seni yang diselenggarakan setelah selesai misa pada tanggal 17 Juli 2010 malam hari di Stasi Pringgolayan. Setelah Romo menerimakan Sakramen Krisma pada Krismawan dan Krismawati acara dilanjutkan dengan pentas seni di halaman gereja Stasi Pringgolayan. Sebelum acara pentas seni, umat dipersilahkan memilih sendiri hidangan yang sudah disediakan panitia selesai misa sambil menikamti pertunjukan yang digelar di panggung seperti tarian anak-anak dari PIA dan musik keroncong.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-839100290165340574?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/839100290165340574/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=839100290165340574' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/839100290165340574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/839100290165340574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2010/07/wawanhati.html' title='Wawanhati'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_VjRlfEfruHA/TE_bV_yDtqI/AAAAAAAAAFE/p79L_9XY9r8/s72-c/DSCF5977.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-4880863297241824541</id><published>2010-04-29T01:17:00.000-07:00</published><updated>2010-04-29T01:28:05.058-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Jejak Romo Soegijapranata di Bintaran</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHPMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHPMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHPMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Belum genap setahun di Kidulloji, Romo Soegijapranata pindah ke Pastoran Bintaran untuk mengepalai paroki pribumi. Gereja St. Yoseph Bintaran digunakan untuk perayaan Ekaristi untuk pertama kali oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Vikaris&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apostolik Batavia, Mgr. A. van Hoof pada tanggal 8 April 1934 dengan dihadiri oleh sekitar 1.800 umat pribumi. Jadi, sungguh-sungguh merupakan gereja yang baru untuk kaum Katolik pribumi. Letak gereja Bintaran tidak jauh, sekitar satu kilometer, dari gereja Kidulloji, dipisahkan oleh sebuah sungai yang membelah Kota Yogyakarta, yaitu Sungai Code. Daerah Bintaran bukanlah wilayah asing&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bagi Romo Soegijapranata. Kampung Bintaran, wilayah di mana Gereja Bintaran berada, letaknya bersebelahan dengan Kampung Wirogunan, lokasi Sekolah Rakyat tempat Soegija dulu menuntut ilmu. Akan tetapi, wilayah pelayanan yang lebih luas baru satu tahun terakhir dikenali oleh Romo Soegijapranata.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di tempatnya yang baru, Romo Soegijapranata dibantu oleh Romo A. de Kuijper. Romo de Kuijper adalah orang baru untuk wilayah Yogyakarta, baru satu tahun bertugas di Yogyakarta, tepatnya di Kolese Ignatius Kotabaru, tempat pembinaan calon-calon imam Serikat Yesus. Romo de Kuijper yang datang ke Hindia Belanda pada tahun1921 sebelumnya bertugas di bidang pendidikan di Ambarawa dan Muntilan. Jadi, karya pelayanan pastoral dan wilayah Yogyakarta, keduanya merupakan hal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang baru&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;baginya. Dengan demikian, relasi mereka berdua banyak ditentukan oleh Romo Soegijapranata yang lebih berpengalaman di bidang pelayanan pastoral umat dan dalam penguasaan wilayah Yogyakarta. Apa yang dibuat oleh Romo Soegijapranata bersama-sama dengan Romo A. de Kuijper dalam tugasnya sebagai pastor paroki di tempat tersebut? Tidak banyak sumber sejarah yang dapat menjelaskan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pertanyaan tersebut. Ada satu naskah notulen rapat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;para pastor paroki yang diselenggarakan di Muntilan 1935. Di dalamnya termuat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pandangan-pandangan Romo Soegija. Beberapa sumber lain berupa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;artikel-artikel dalam Swaratama dan Peraba.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Majalah Swaratama edisi 13 Februari 1935 memuat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“Laporan Pelayanan Sakramental dari Resort Yogyakarta Tahun 1934”. Di dalamnya tertulis jumlah orang yang datang pada pelayanan sakramen pengakuan; jumlah perayaan Ekaristi yang diselenggarakan selama satu tahun; jumlah Komuni yang dibagikan dalam perayaan Ekaristi; jumlah pasangan yang menerima sakramen perkawinan; dan jumlah umat yang menerima sakramen penguatan. Cakupan daerahnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dipisahkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam dua klasifikasi : wilayah kota Yogyakarta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan wilayah luar kota Yogyakarta. Cakupan wilayah pelayanan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam kota Yogyakarta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memiliki empat pusat: Bintaran, Kidulloji, Pugeran, dan Kotabaru. Dalam catatan tambahan disebutkan bahwa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di Bintaran pelayanan baru mulai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diberikan pada tanggal 8 April 1934, sedangkan untuk Paroki Pugeran baru dimulai pada tanggal 8 Juli 1934. Sedangkan wilayah -wilayah yang termasuk luar Kota Yogyakarta menyebar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di berbagai tempat meliputi Bantul, Bokong, Brengosan, Brosot, Dero, Duwet, Imogiri, Ganjuran, Gunturgeni,Kalasan, Kedaton Pleret, Kleben, Kliripan, Kokap, Medari, Mejing, Ngomplok, Ngijon, Sedayu, Somohitan,Wonosari, dan Wates. Dan, wilayah luas luar kota tersebut sebagian besar dilayani oleh pastor yang tinggal di keempat pusat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang berada di Kota Yogyakarta. Dalam lingkup berbagai kegiatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan pelayanan itulah untuk pertamakalinya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Romo Soegijapranata mengemban tugas menjadi pastor paroki di tengah kaum pribumi. Dalam berbagai kegiatan pelayanan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sakramental dan pelayanan pastoral itulah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Romo Soegijapranata melaksanakan karya pelayanannya sebagai imam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;(Dikutip dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;buku tulisan: G. Budi Subanar, SJ. Yang berjudul “SOEGIJA Si Anak Betlehem van Java: Biografi Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ”. Yogyakarta: Penerbit Kanisius&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2003: hal 106-108).&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-4880863297241824541?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/4880863297241824541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=4880863297241824541' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/4880863297241824541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/4880863297241824541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2010/04/jejak-romo-soegijapranata-di-bintaran.html' title='Jejak Romo Soegijapranata di Bintaran'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-2875565628433609737</id><published>2009-12-06T08:57:00.000-08:00</published><updated>2009-12-06T09:15:53.551-08:00</updated><title type='text'>Misi  Jawa  Dalam Bingkai Keistimewaan  Yogyakarta</title><content type='html'>Pada hari Jumat tanggal 4 Desember 2009 pukul 15.00-19.00 di Aula Gereja Kidulloji diselenggarakan sarasehan dengan tema “Misi Jawa Dalam Bingkai Keistimewaan Yogyakarta”. Kegiatan ini  dilaksanakan oleh  PASPAL “Senapati” Bekerjasama dengan YPSM Yogyakarta. Para pembicara dalam sarasehan ini ada tiga orang yaitu: Romo  Bambang  (Direktur Museum Misi Muntilan), Bapak Anton Haryono (Staf Pengajar di Jurusan Sejarah Fakultas Sanata Dharma Yogyakarta), Bapak  Sarworo Soeprapto (Pengamat Kebudayaan ) dan acara tersebut dimoderatori oleh Mas Hasto.&lt;br /&gt;Pada sarasehan ini Bapak Sarworo Soeprapto menjadi pembicara pertama yang menyampaikan makalahnya poin-poin isinya sebagai berikut:  Fakta sejarah yang ada telah memperlihatkan bahwa  perkembangan  gereja Katolik di Jawa tak bisa dilepaskan dari proses akulturasi inkulturasi budaya. Walaupun ‘Gereja Katolik Jawa’ lahir dan berkembang dari komunitas  rakyat kecil di pedesaan – Sendangsono (1904)- namun motor perkembangan tetap kelompok kecil  elit masyarakat Jawa yang terdidik (Murid-murid Romo Vanlith dari Kweekschool atau Xaverius College, disusul lulusan lembaga  pendidikan Katolik berikutnya seperti Kanisius, sekolah-sekolah milik Bruder-bruder FIC dan Suster-suster Fransiskanes Semarang). Pola pengembangan Gereja Katolik berbasis tradisi  dan edukasi ini masih dapat dijadikan pola baku. Elit terdidik  tersebut dewasa ini dan dimasa yang akan datang, tertantang untuk terus mengeksplorasi pola baru. Tradisi, nasionalitas dan globalitas/ kosmopolitanisme pada dasarnya merupakan tiga ranah budaya yang tak bisa dipisah-pisahkan , dan justru saling melengkapi dan menyempurnakan. Penguasaan bahasa ibu (daerah) secara baik justru akan menjadi dasar penguasaan bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa asing secara baik pula. Hal serupa berlaku juga dalam penguasaan unsur lain budaya local.&lt;br /&gt;Pada kesempatan kedua Pak Anton memaparkan makalahnya dengan gaya dosen sejarah yang memaparkan sejarah misi Katolik sejak jaman Belanda. Dalam konteks Batavia, pada 1865 sebuah stasi baru didirikan di Yogyakarta. Stasi baru yang waktu itu wilayahnya meliputi karesidenan Yogyakarta, Kedu, Bagelen, dan Banyumas ini dirintis oleh Pastor J, Palinckx, S.J., pastur Jesuit Belanda pertama yang diperbantukan untuk bekerja di Indonesia (sejak 1859, mengawali karya pastoralnya di Stasi Surabaya). Stasi Yogyakarta merupakan stasi pertama di Indonesia yang sejak berdirinya dipercayakan oleh Uskup Batavia untuk dikelola Jesuit.&lt;br /&gt;Meskipun sejak 1865 selalu terdapat  pastor Jesuit yang bekerja di Yogyakarta, namun hingga 1913 tugas mereka adalah melakukan pelayanan pastoral bagi orang-orang Katolik Eropa. Kegiatan Misi Jesuit bagi orang-orang Jawa di daerah Yogyakarta baru akan dimulai secara definitive pada 1914 atau 20 tahun lebih kemudian dibandingkan dengan  kegiatan serupa yang telah dijalankan di Karesidenan Kedu, dengan dua stasi “Jawa”nya (Muntilan dan Mendut)yang terkenal di Indonesia berkat lembaga pendidikannya.&lt;br /&gt;Pada awalnya, dari Muntilan pula kegiatan  Misi Jawa Jesuit di daerah Yogyakarta secara resmi dirintis  oleh Pastor Henri van Driessche, S,J. Meskipun demikian , akan segera  terbukti bahwa Yogyakarta merupakan  daerah Misi tersubur di Jawa. Bahkan bisa dikatakan, historisitasnya tidak hanya istimewa  bagi perjalanan bangsa Indonesia, tetapi juga bagi perkembangan Gereja Katolik Indonesia.&lt;br /&gt;Keistimewaan Yogyakarta  bagi sejarah Gereja Katolik member petunjuk yang tegas tentang sikap inklusif masyarakatnya . Gereja Katolik yang kental  kejawaannya mencerminkan begitu kuatnya  kejawaan masyarakat Yogyakarta sendiri. Umat Katolik yang tidak abai untuk membangun visi kebangsaan  juga merupakan gambaran tentang kuatnya visi serupa  dari masyarakat  umum yang tinggal di daerah kerajaan ini. Di balik ini semua  terdapat jejak-jejak terjadinya  komunikasi dan interaksi  antar unsure yang berlangsung secara selaras dan berkesinambungan.&lt;br /&gt;Bagi daerah Yogyakarta, keterbukaan, toleransi, dan kerjasama sinergis bukan hanya cita-cita , tetapi sebagian besar telah merealitas. Bagi daerah ini pula , modernitas tidak serta merta harus memperosokkan diri ke dalam westernitas ataupun menggusur habis  tradisionalitas. Kepaduan social dan ketangguhan  budaya local harus tetap dijaga agar tidak menjadi sejarah  (berlalu) dan umat Katolik harus terlibat aktif  dalam menjaganya.Kita wajib meneladani komitmen social dan budaya pastor Henri van Driessche dan keluarga Schmutzer.&lt;br /&gt;Pembicara ketiga adalah Romo Bambang, pembicara paling menarik dan eksentrik karena presentasi menggunakan laptop dan viewer sehingga lebih menarik untuk didengarkan dan dilihat. Pada awalnya Romo memaparkan bahwa yang disampaikan pembicara terdahulu sudah tepat yang dia hanya menambahi (tapi lebih banyak dan lebih komplit) apa yang sudah disampaikan dua pembicara di depan. Banyak hal yang disampaikan Romo menggunakan bahasa Jawa yang menceritakan mengapa Romo van Lith dan Van Driessche fasih berbahasa Jawa karena memang ada syarat khusus dari SJ bahwa pastor yang akan berkarya di tanah Jawa wajib menguasai budaya Jawa baik lesan maupun tulisan. Romo Vanlithpun awalnya bingung dengan kerumitan budaya Jawa dan perlahan-lahan mampu memahaminya.  Banyak sekali hal-hal yang disampaikan Romo Bambang baik yang mengkritisi dua pembicara terdahulu, mengkritisi gereja, dan juga Negara.Diceritakan juga bahwa tokoh-tokoh utama misi Katolik sebenarnya adalah para AWAM yang memiliki jiwa yang militant dan mereka memulai dari komunitas-komunitas kecil di pedusunan yang jauh dari birokrasi pemerintah dan jauh dari hierarkhi gereja namun benar-benar disemangati oleh keimanan mereka yang benar-benar mereka terapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Bagi mereka yang hadir dan menyaksikan Romo Bambang presentasi pasti mendapatkan pencerahan iman dan budi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-2875565628433609737?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/2875565628433609737/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=2875565628433609737' title='19 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/2875565628433609737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/2875565628433609737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2009/12/misi-jawa-dalam-bingkai-keistimewaan.html' title='Misi  Jawa  Dalam Bingkai Keistimewaan  Yogyakarta'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-6936959716581074611</id><published>2009-10-10T08:48:00.000-07:00</published><updated>2009-10-10T08:49:46.460-07:00</updated><title type='text'>Tim Yang Efektif Berkumpul Bersama</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Di Antartika, penguin-penguin berjalan bermil-mil ke pedalaman untuk bercumbu, kawin, dan membesarkan anak-anak mereka. Yang jantan tinggal di es untuk mengerami telur, selama periode empat bulan tanpa makanan apapun. Ini dilakukan di musim dingin Antartika sehingga anak-anak penguin akan lahir dalam bulan-bulan “musim panas”. Mereka harus bertahan dalam temperatur yang mendekati –100 di bawah nol dan badai salju dengan kecepatan angin 160 mil per jam.&lt;br /&gt;Untuk menanggulangi ini, beribu-ribu penguin berkerumun dalam dalam sebuah kelompok yang sangat besar, sekitar 10 ekor per yar perseginya. Pada hari-hari yang berangin, penguin-penguin pada arah dari mana angin bertiup menutupi dingin dari mereka yang ada di tengah-tengah dan arah yang sebaliknya. Setiap penguin bergiliran berdiri pada arah dari mana angin bertiup sebelum mengepakkan sayapnya pada kerumunan untuk ikut dalam sisi yang satunya lagi. Mereka mengikuti satu sama lain dalam sebuah prosesi yang terus-menerus, melewati bagian tengah yang hangat, dan akhirnya kembali ke bagian dari mana arah angin bertiup. Selama badai salju, kerumunan itu dapat bergerak sejauh 100 yar dalam seharinya.&lt;br /&gt;Kerja sama tim seperti ini tidak bisa berfungsi dengan pahlawan-pahlawan perseorangan. Sebenarnya, jika beberapa dari penguin memutuskan untuk “berkeras” tinggal pada bagian yang dingin, mereka pada akhirnya akan mati kedinginan, dan karenanya mengurangi jumlah anggota kelompok dan banyaknya panas kolektif yang ditimbulkan. Dengan mengecilnya kelompok, masing-masing penguin yang masih hidup akan harus menerima lebih banyak dingin, sehingga mengurangi kesempatan mereka untuk hidup. Maka, pahlawan-pahlawan dalam kasus ini dapat menjadi berbahaya. Keberhasilan terbesar penguin berasal dari masing-masing yang mengambil sedikit dingin dan memberikan kembali pemanasan. (Mr. Per, America’s Confidence Coach).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-6936959716581074611?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/6936959716581074611/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=6936959716581074611' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/6936959716581074611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/6936959716581074611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2009/10/tim-yang-efektif-berkumpul-bersama.html' title='Tim Yang Efektif Berkumpul Bersama'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-395861406415394233</id><published>2009-10-03T09:07:00.000-07:00</published><updated>2009-10-03T09:11:10.591-07:00</updated><title type='text'>Mengapa Takut Mencinta?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Mengapa Takut Mencinta karangan John Powell, SJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat saat tertentu kita semua merasa kesepian atau terpencil, seakan-akan ada kekosongan dalam diri yang membuat kita sangat menderita. Kita semua tentu pernah merasa terasing dari orang lain, terpisah dari golongan kita, sendirian dan kesunyian.&lt;br /&gt;Rasa kesepian ini dengan sendirinya mendorong kita memusatkan perhatian kepada diri sendiri. Untuk mengisi kekosongan ini, untuk memenuhi kehausan ini, kita lalu pergi, mencari orang lain yang mau mencintai kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita melakukan sesuatu untuk memperoleh cintanya. Dengan tangan yang satu kita memberi tetapi dengan yang lain kita meminta. Dan mungkin kita tertipu karenanya dan menganggap itulah cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menyadari, bahwa kesepian kita hanya dapat diisi oleh cinta orang&lt;br /&gt;lain. Kita tahu, bahwa kita harus merasa dicintai. Tetapi adalah suatu&lt;br /&gt;paradox: "Apabila kita mencari cinta orang lain itu hanya untuk mengisi&lt;br /&gt;kekosongan karena kesepian dalam hati kita belaka, maka kita tidak akan terhibur melainkan semakin merasa kesepian".&lt;br /&gt;Terasa benar kenyataan: "Kamu ini tiada berarti, sebelum seseorang mencintaimu" . Hanya orang yang telah mengalami cinta itu mampu berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah suatu kenyataan, bahwa dengan memberikan dan dengan menolak memberikan cinta, orang lain sangat mempengaruhi kemampuan kita menjadi seorang dewasa atau tidak. Memang, karena kebutuhan dan kekosongan kebanyakan dari kita menghadapi kehidupan dan orang lain dengan sikap mencari-cari.&lt;br /&gt;Itulah orang malang yang menginginkan sahabat-sahabat, tetapi tak pernah dapat menjumpainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat pokok memperoleh seorang sahabat adalah, bahwa kita mengehendaki sesuatu diluar sahabat-sahabat itu sendiri. Kita kebanyakan mengetahui kebutuhan kita untuk dicintai. Dan kita mencari cinta yang kita butuhkan itu dari orang lain. Tetapi paradox itu tetap berlaku: "Jika kita mencari cinta yang kita butuhkan, maka tak pernah akan kita memperolehnya" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang cinta dapat memecahkan kesulitan-kesulitan kita, tetapi kita harus mengerti, bahwa untuk dicintai, kita harus menjadi seorang yang patut dicintai. Kalau seseorang bertujuan hidup mencari kepentingan diri, kalau ia mencari cinta hanya karena membutuhkannya, bagaimanapun halusnya tanggapan kita mengenai dia, dialah seorang egois. Ia tidak patut dicintai, walaupun ia perlu akan rasa belas kasihan kita. Selama dia memusatkan perhatian pada dirinya, kemampuannya mencintai tetap terhambat dan ia tetap seperti anak yang belum dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, apabila seorang tidak berusaha supaya dicintai melainkan ingin mencintai, ia akan menjadi seorang yang patut dicintai dan pada akhirnya ia akan dicintai juga. Inilah hokum yang tak terubahkan. Selama perhatian terpusat pada diri sendiri, orang tidak pernah dapat menghindari kesepian, melainkan membuatnya lebih mendalam lagi. Inilah sebuah lingkaran setan: makin kita terdorong oleh rasa kesepian untuk dicinta, makin parah kesepian kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya obat ialah : berhenti mementingkan diri dan mulai&lt;br /&gt;mementingkan orang lain. Tetapi jangan kira ini mudah! Memindahkan pusat pemikiran dari diri sendiri kepada orang-orang lain, sungguh merupakan usaha yang makan waktu seumur hidup. Makin sulit lagi, karena kini kita harus mendahulukan orang-orang lain dan bukannya kita sendiri. Kita harus belajar menanggapi kebutuhan orang lain, dan jangan mengutamakan kebutuhan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitannya ialah, bahwa kita semua terlekat pada kepentingan sendiri.&lt;br /&gt;Kita terlalu sibuk mencari perkembangan bakat-bakat dan kepribadian kita sendiri, dengan kebahagiaan dan cita-cita kita sendiri. Kita dapat&lt;br /&gt;bersifat egois dengan cara yang sedemikian halusnya, sehingga hampir tidak kentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memusatkan perhatian dan usaha pada diri sendiri adalah suatu penghalang mutlak untuk kebahagiaan dan kepuasaan manusia yang sejati, yang hanya mungkin tercapai melalui cinta yang tulus. Kita masing-masing harus memutuskan bagaimana kita akan menghayati hidup ini.&lt;br /&gt;Jika kita putuskan, mencari kebahagiaan dan kesepian yang akan kita jumpai!&lt;br /&gt;Jika kita putuskan, mencari kebahagiaan serta kemajuan dan perkembangan orang lain, dan inilah cinta kasih, maka pastilah kita akan memperoleh kebahagiaan dan kepuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta berarti mempedulikan, menerima dan memperhatikan orang-orang lain yang dicintai itu. Ini berarti pula memberikan diri, meskpun kadang-kadang meminta banyak pengorbanan.&lt;br /&gt;Kita dapat mencintai orang lain hanya sejauh mereka menjadi pusat pemkiran, hati dan hidup kita. Kita hanya dapat menemukan diri dengan jalan melupakan diri. Kita harus sedia kehilangan hidup dan kepentingan kita, sebelum kita dapat memperolehnya dalam arti yang lebih mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta yang berarti pengorbanan diri ini memang sulit.  Pertama-tama karena kesukaran-kesukaran batin yang terdapat pada setiap orang, yaitu luka dan cacat warisan pengalaman setiap manusia, dan kedua,&lt;br /&gt;karena persaingan dan teladan dunia yang serba mencari keuntungan sendiri.&lt;br /&gt;Cinta paling sedikit berarti pengorbanan seperti berikut: orientasi&lt;br /&gt;pemikiran, perhatian dan keinginan harus beralih kepada orang lain dan&lt;br /&gt;harus menanggalkan diri serta kepentingan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi betapapun sulitnya, kehidupan dengan cinta, tidaklah sia-sia dan bukan tanpa imbalan. Bahkan sebenarnya hidup demikianlah yang sungguh-sungguh manusiawi dan bahagia, karena penuh dengan kecemasan yang sama mendalam seperti kehidupan, sama luasnya seperti seluruh dunia dan jangkauannya sampai ke akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru setelah kita mengatakan: "YA", untuk mencinta dan: "YA", untuk melupakan diri, maka kita akan merasakan bahwa kehidupan kita mengetahuinya dan penuh rahasia bagaikan rahmat ALLAH; tetapi kita akan mengenalnya dan akan tampak kepada dunia bahwa kita telah&lt;br /&gt;mendapatnya.&lt;br /&gt;Kita telah mengalami suatu perubahan radikal : pusat perhatian&lt;br /&gt;pindah dari diri sendiri kepada perhatian terhadap orang lain. Jadi, orang&lt;br /&gt;yang patut dicintai adalah orang yang mencintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi bagaimana kita dapat mencintai, kalau kita belum pernah dicintai?&lt;br /&gt;Antara hitam dan putih selalu ada warna abu-abu, yang kehitam-hitaman atau keputih-putihan. Kita semua mempunyai kemampuan untuk mencintai, sedikit ataupun banyak, mempunyai kemampuan untuk memindahkan pusat perhatian dari diri kita sendiri kepada kebutuhan, kebahagiaan serta kepentingan orang lain. Sejauh kita dapat berbuat demikian, sejauh itu pula kita mencintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin mula-mula kita hanya dapat mencintai sedikit sekali, maka sedikit pula kita dicintai. Tetapi sejumput cinta yang kita terima akan memberikan daya untuk tumbuh dan berkembang menurut bimbingan cinta. Maka inilah tantangan apapun, kecil ataupun besar, untuk mencintai.&lt;br /&gt;Makin besar usaha dan dedikasi kita, makin besar dorongan dan kekuatan hasil cinta akan kita terima. Tetapi pusat perhatian selalu bukanlah kita sendiri dan bukanlah apa yang akan diberikan kepada kita sebagai imbalan atau balas jasa. Dengan bertanya, "Apa yang telah kau perbuat bagiku?" , cinta kita mulai mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN memberkati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-395861406415394233?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/395861406415394233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=395861406415394233' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/395861406415394233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/395861406415394233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2009/10/mengapa-takut-mencinta.html' title='Mengapa Takut Mencinta?'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-7182844559957362187</id><published>2009-04-19T07:58:00.000-07:00</published><updated>2009-04-19T08:06:01.779-07:00</updated><title type='text'>Agenda Kegiatan 75 Tahun Bintaran</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_VjRlfEfruHA/Ses9rLCoL0I/AAAAAAAAAEs/lRQBX119BRQ/s1600-h/DSCF9684.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326418796203224898" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_VjRlfEfruHA/Ses9rLCoL0I/AAAAAAAAAEs/lRQBX119BRQ/s400/DSCF9684.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-7182844559957362187?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/7182844559957362187/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=7182844559957362187' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/7182844559957362187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/7182844559957362187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2009/04/agenda-kegiatan-75-tahun-bintaran.html' title='Agenda Kegiatan 75 Tahun Bintaran'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_VjRlfEfruHA/Ses9rLCoL0I/AAAAAAAAAEs/lRQBX119BRQ/s72-c/DSCF9684.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-1268863499062185396</id><published>2009-04-12T22:05:00.000-07:00</published><updated>2009-04-12T22:24:00.243-07:00</updated><title type='text'>Sarasehan Multikultural</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dalam rangka tahun syukur intan 75 tahun Gereja St. Yusup Bintaran Yogyakarta akan diselenggarakan:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Sarasehan Multikultural" mencari pemahaman dan tips praktis dalam masyarakat multikultural. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pembicara:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Romo J. Suyatno Hadiatmaja, PR (Romo yang berkarya di Paroki somohitan dan salah satu tokoh FPUB)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. KH. Abdul Muhaimin (Pengasuh Ponpes Nurul Umahat Kotagede juga salah satu tokoh FPUB) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dimeriahkan paguyuban  musik Saloka dari Paroki Nandan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pelaksanaan: Hari Minggu, 26 April 2009 &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pukul 10.00-13.00 WIB&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tempat: Pendapa Karta Pustaka&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jl. Bintaran Tengah. Yogyakarta&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kontribusi Peserta: Rp.10.000,-/peserta&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Fasilitas: Snack dan makan siang&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pendaftaran:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekretariat Gereja Bintaran (0274-375231)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;atau Mesty (085643381274)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-1268863499062185396?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/1268863499062185396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=1268863499062185396' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/1268863499062185396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/1268863499062185396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2009/04/sarasehan-multikultural.html' title='Sarasehan Multikultural'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-7849375358662811904</id><published>2008-12-22T20:46:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T20:49:13.924-08:00</updated><title type='text'>Saatnya OMK Berpolitik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 27-30 November 2008 Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komkep KWI) menyelenggarakan "Temu Relawan Pendidikan Politik OMK" yang dihadiri 62 Orang Muda Katolik (OMK) dari 25 keuskupan se-Indonesia. Dalam pertemuan ini terungkap bahwa kegiatan OMK selama ini masih bergerak di seputar altar. Orang Muda Katolik yang menjadi bagian dari masyarakat, belum memainkan peran. Bahkan, sebagian besar OMK masih bersikap menjauhi politik. Bagi mereka, politik adalah urusan orang tua.&lt;br /&gt;Pada hari kedua, Jumat 28/11, para peserta diajak melihat kondisi perpolitikan Indonesia bersama pengamat politik Tommy A. Legowo. Sementara Sekretaris Eksekutif Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) KWI, Pastor Y.R. Edy Purwanto Pr menyampaikan materi Tantangan Pendidikan Politik OMK dan Spiritualitas Politik OMK. Menurut Pastor Edy, bila politik dijalankan sesuai dengan semangat dasarnya, tidak ada lagi alasan menyebut politik itu ‘kotor’. "Upaya mewujudkan kesejahteraan umum (bonum commune) adalah usaha yang baik dan luhur",tegasnya. Namun, ketika cita-cita itu dikhianati, muncul berbagai kecurangan dan manipulasi nilai yang pada gilirannya akan membuat wajah politik menjadi kusam. Lebih jauh, Pastor Edy mengatakan, berpolitik memiliki dasar spiritual dalam seluruh sejarah keselamatan manusia. Dalam Perjanjian Lama, Allah menghendaki keselamatan semua orang, yang berpuncak pada pemberian Diri Allah dalam Diri Yesus Kristus. "Keselamatan itu meliputi segala aspek dan dimensi kehidupan, termasuk kehidupan berbangsa dan bernegara," paparnya. Maka OMK sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara dipanggil mewujudkan keselamatan melalui keterlibatan dalam setiap aspek kehidupan bangsa. Salah satunya, kehidupan berpolitik. "Berpolitik merupakan profesi sekaligus panggilan. Artinya, setiap warga negara, termasuk OMK dipanggil untuk berperan maksimal, strategis, dan bertanggung jawab," tambahnya. Ia juga mengingatkan agar Komkep dengan energi mudanya menjadi bagian dari denyut demokrasi Indonesia, yang tiada henti mengalami peristiwa-peristiwa Pemilu di tingkat lokal (Pilkada) dan denyut peristiwa politik menjelang pemilu 2009. Karena itu, Menurut Pastor Edy, pendidikan politik seharusnya menjadi salah satu orientasi dalam pendampingan OMK di setiap keuskupan. "Perlu dibuat desain pendidikan politik OMK yang berkelanjutan dan berjangka panjang," ujarnya.&lt;br /&gt;Pada hari ketiga, Sabtu 29/11, peserta berlatih keterampilan sebagai alternatif pendidikan politik OMK. Mereka berlatih membuat poster dan stiker politik, riset aksi partisipatoris, jingle radio, film pendek, serta aktivasi website pendidikan politik OMK di tingkat keuskupan maupun paroki sudah saatnya menguasai keterampilan praktis. Terutama untuk memperluas jaringan dan mengefektifkan penyampaian pesan-pesan politik yang berlandaskan Pancasila dan spiritualitas Katolik.&lt;br /&gt;Beberapa rekomendasi hasil pertemuan ini dibacakan pada acara penutupan. Pertama, perlunya suatu desain program pendidikan politik OMK yang berjenjang dan berkelanjutan. Kedua, pentingnya dukungan hierarkhi Gereja terhadap proses pendidikan politik OMK. Ketiga, para ketua Komisi Kepemudaan keuskupan tetap memotivasi dan membuka ruang bagi pendidikan politik OMK serta mendorong keterlibatan aktif OMK dalam kegiatan politik. Keempat, OMK bagian integral gereja. Karena itu secara khusus Dewan Paroki hendaknya melibatkan OMK dalam pengambilan keputusan. Khususnya yang menyangkut karya sosial kemasyarakatan paroki. Kelima, perlunya jejaring relawan pendidikan politik OMK untuk menjadi sarana interaksi dan informasi yang dapat memperluas dan memperkuat karya pastoral tersrebut. Secara fisik, jejaring itu diwujudkan dalam website www.jejaringmudakatolik.web.id dan pertemuan berkala di tingkat regio serta provinci Gerejawi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(Majalah Hidup edisi 14 Desember 2008)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-7849375358662811904?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/7849375358662811904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=7849375358662811904' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/7849375358662811904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/7849375358662811904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2008/12/saatnya-omk-berpolitik.html' title='Saatnya OMK Berpolitik'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-4055936222501744895</id><published>2008-10-19T07:11:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T07:18:00.790-07:00</updated><title type='text'>Persiapan Tahun Kaum Muda</title><content type='html'>Menurut informasi tahun 2009 adalah tahun kaum muda. Sekarang sudah bulan Oktober, oleh karena itu tahun 2009 akan diisi apa oleh para kaum muda kita? Barangkali diantara teman-teman ada ide atau gagasan yang bisa dilontarkan atau diusulkan di sini. Namanya ide atau gagasan tidak ada yang salah apapun boleh diutarakan. Hanya apakah gagasan itu perlu ditindaklanjuti itu nanti tahap berikutnya yang penting kalian punya ide kreatif dulu. Ayo apa ada yang mau usul?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-4055936222501744895?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/4055936222501744895/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=4055936222501744895' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/4055936222501744895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/4055936222501744895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2008/10/persiapan-tahun-kaum-muda.html' title='Persiapan Tahun Kaum Muda'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-8729025868003274307</id><published>2008-07-21T20:38:00.000-07:00</published><updated>2008-07-21T21:18:25.487-07:00</updated><title type='text'>Resensi Buku</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_VjRlfEfruHA/SIVe8vqMAQI/AAAAAAAAADE/3KlXo5TXVJA/s1600-h/DSCF7769.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225687340311904514" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_VjRlfEfruHA/SIVe8vqMAQI/AAAAAAAAADE/3KlXo5TXVJA/s200/DSCF7769.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Judul Buku: Pembinaan Generasi Muda dengan proses manajerial VOSRAM.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengarang: Drs. Philips Tangdilintin, MM.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tahun: 2008.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penerbit: Kanisius, Yogyakarta.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Isi: 199 halaman.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada beberapa definisi atau batasan yang digunakan untuk generasi muda: mulai dari kaum muda, kawula muda, pemuda, muda-mudi, sampai orang muda. Dr. Jan Ribery menggunakan istilah 'muda-mudi' untuk menyebut kelompok sexennium ketiga dan keempat dalam hidup manusia (13-24 tahun). Batasan ini digunakan karena kaitan historis perhatian Gereja pada orang muda dan karena paling masuk akal. Dalam kenyataannya batasan tersebut lebih longgar sampai ke usia 30 tahun, sejauh belum menikah. Artinya mencakup sexennium kelima.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sudah lumrah kita dengar, generasi muda adalah masa depan Gereja. Namun, benarkah bahwa generasi muda semata-mata masa depan Gereja? Ternyata tidak! Generasi muda bukan hanya masa depan Gereja, melainkan sekaligus masa kini Gereja. Sebagai "&lt;em&gt;agent of change", &lt;/em&gt;generasi muda justru diharapkan berkiprah saat ini, bukan nanti, ketika semangat muda muda mereka sedang menggebu-gebu, ketika tenaga mereka sedang kuat-kuatnya, ketika idealisme masih sepi pamrih. Nah bagaimana semua itu dioptimalkan saat ini?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam bukunya ini, Drs. Philips Tangdilintin, MM. mencoba menjawab serangkaian dosa pembinaan yang paling banyak kita jumpai dalam berbagai pengamatan dan pengalaman di segala tingkat:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. 'NATO' banyak omong, kaya rumusan, kurang aksi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Menganggap OMK (Orang Muda Katolik) hanya harapan masa depan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3.Menganggap pembinaan OMK sebagai opsional.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Bergerak seputar altar, lupa misi sosial.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5. Tanpa konsep, tanpa sistem, tanpa kontinuitas.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk menjawab tantangan dan menebus dosa-dosa pembinaan serta mengelolanya dengan lebih tepat. Dia mencoba menawarkan sistem pembinaan dengan proses manajerial VOSRAM: Visi, Orientasi, Strategi, Rencana Aksi, dan Metode.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Buku ini hadir sebagai suatu panduan bagaimana mendampingi generasi muda agar sungguh menjadi garam dan terang dunia. Karena disusun berdasarkan pengalaman lapangan, buku ini menjadi tawaran praktis di tengah-tengah minimnya buku panduan untuk pendampingan generasi muda.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-8729025868003274307?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/8729025868003274307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=8729025868003274307' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/8729025868003274307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/8729025868003274307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2008/07/resensi-buku.html' title='Resensi Buku'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_VjRlfEfruHA/SIVe8vqMAQI/AAAAAAAAADE/3KlXo5TXVJA/s72-c/DSCF7769.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-3049519807130261481</id><published>2008-07-06T23:12:00.000-07:00</published><updated>2008-07-06T23:14:25.506-07:00</updated><title type='text'>Anak Rajawali</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ada seorang Indian yang hidup di suatu pegunungan yang terpencil. Bersama istrinya dia hidup setiap hari secara sederhana. Sang suami suatu hari pergi mencari kayu bakar sampai ujung tebing pegunungan. Di salah satu pohon pinggir tebing dia melihat ada sarang rawajawali emas, kemudian didekati sarang itu. Ada sebutir telur. Telur itu kemudian diambil dan dibawa pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, kebetulan ayamnya sedang mengeram. Ketika induk ayam keluar dari tempatnya mengeram dimasukkan telur rajawali emas itu di dalamnya.&lt;br /&gt;Kebetulan waktu menetas bisa bersamaan sehingga anak rajawali itu hidup dan tumbuh bersama anak ayam. Dia belajar mencari makan dengan mengais tanah. Kadang-kadang juga meloncat dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Suatu hari anak rajawali itu melihat seekor burung yang gagah perkasa melawan angin dan terbang sangat tinggi sampai tertutup awan. Dalam benaknya anak rajawali itu sangat kagum akan kehebatan seekor burung rajawali emas yang terbang dengan gagahnya di angkasa. Sampai-sampai dia berkata kepada induknya "Bu alangkah hebatnya bila aku bisa seperti itu, burung apa itu namanya Bu?" "O...yang terbang gagah itu rajanya para burung, sudahlah jangan punya keinginan dan mimpi yang muluk-muluk kita ini adalah seekor ayam tidak mungkin bisa terbang seperti itu." Kata induk ayam itu. Akhirnya sampai mati anak rajawali itu hidup dengan cara hidup sebagai seekor ayam. Dengan mencari makan dengan mengkais tanah dan mematuk. Betapa malangnya nasib anak rajawali emas itu yang tak pernah menyadari bahwa dirinya adalah seekor rajawali emas yang mampu terbang tinggi dan membelah awan hanya gara-gara menuruti induk ayam dan teman-teman yang hidup bersamanya selama ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;(Terinspirasi dari tulisan Anthony De Mello, SJ. "Jalan Menuju Tuhan".)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-3049519807130261481?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/3049519807130261481/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=3049519807130261481' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/3049519807130261481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/3049519807130261481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2008/07/anak-rajawali.html' title='Anak Rajawali'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-7308931473059483092</id><published>2008-05-26T07:09:00.000-07:00</published><updated>2008-05-26T07:20:45.552-07:00</updated><title type='text'>Ocha : Mudika Paroki Ke Depan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Selesai Misa, Ocha segera menuju pintu keluar. Setelah menghadap tabernakel membuat tanda salib lalu dia berjalan menuju tempat parkiran, dimana di situ sudah banyak anak muda yang bersendau gurau berdiri dan duduk di pintu keluar parkiran sepeda motor. Sambil bercanda para anak muda yang menamakan diri Mudika itu mencocokkan karcis, apakah sudah sesuai dengan nomor plat motor atau belum? Karena sudah mengenal beberapa nama, Ocha segera menghampiri para Mudika itu. Beberapa lalu diajak salaman, ditanya kabar, dan beberapa juga ditabok karena mencoba mengingatkan pada peristiwa persiapan Misa Inovatif yang sebenarnya tidak mau dia ingat kembali. Namun gara-gara menjadi panitia Misa Inovatif Malam Natal itu dia menjadi punya banyak teman di Mudika.&lt;br /&gt;Awalnya karena dia aktif di Mudika Lingkungan, seorang seniornya di Mudika Lingkungannya menelpon dengan suara keras yang menandakan sifatnya, "Ini Mas Be, Dik kamu mau jadi panitia nggak? Soalnya ini panitianya kurang. Nanti tak bantu deh dengan senior yang lain. Gimana mau ya?" Karena merasa tidak punya kegiatan lain mungkin hanya kuliah dan berkegiatan di kampus namun di gereja dia belum pernah ikut kegiatan apapun akhirnya diterima juga tawaran Mas Be tersebut. Tak pernah disadarinya bahwa kesanggupan itulah awal dari segalanya.&lt;br /&gt;Pada rapat pertama yang diadakan di sebuah serambi gedung dua lantai yang sering digunakan untuk rekaman itu, Ocha masih menjadi pendengar yang baik karena hanya dua orang yang dikenalnya di situ yaitu Mas Be dan Ketua Mudika Lingkungannya sendiri, sedangkan yang lain baru pertama kali tahu namanya setelah mereka semua memperkenalkan diri. Sebenarnya wajah-wajah itu tidak asing baginya sebab dia sering melihat mereka di gereja. Khususnya seorang laki-laki yang berkulit gelap, berambut agak gondrong, dan kemana-mana memakai jaket kulit hitam serta mengendarai motor laki-laki honda CB yang sudah butut itu. Laki-laki itu juga sering dilihatnya ikut paduan suara di deretan belakang juga pernah membacakan pasio sebagai Yesus. Laki-laki itulah yang membuka rapat siang itu. Dari cara bicaranya Ocha tahu bahwa laki-laki itu sangat menguasai teknik berbicara di depan umum sebab dia tidak pernah grogi seperti dirinya. Setelah memperkenalkan diri baru tahulah dia bahwa laki-laki ini yang bernama Mas Bejo yang terkenal itu.&lt;br /&gt;Ketika sedang terbuai mendengar suara Mas Bejo yang sedang bercerita bahwa dia prihatin dengan kondisi gereja ini khususnya kaum mudanya yang tidak aktif dan tidak mau bangkit dari ketidurannya selama ini. Tiba-tiba ada laki-laki agak gemuk yang berkulit gelap mengaku terlambat lalu mendekati dirinya dan memperkenalkan diri, "Saya Didi dari lingkungan di bawah situ." Meskipun terlambat Mas Didi mencoba mengikuti alur pertemuan siang itu. Namun setelah melihat Ocha, perhatian Mas Didi jadi tak fokus. Lama-lama Mas Didi ini tidak mendengarkan Mas Bejo malah asik menebarkan pesona pada Ocha. Mas Didi menanyakan lingkungan, kuliah, rumah dan yang paling sembrono dia menanyakan apakah sudah punya pacar? Ocha yang merasa diperhatikan sebagai anak baru merasa sangat senang. Kelihatannya lebih asik ngobrol dengan Mas Didi ini daripada mendengar ceramah Mas Bejo. Namun ternyata karena terlalu peka Mas Bejo tahu ada yang tidak memperhatikannya sehingga dia menegur Ocha. "Dik Ocha jangan ngobrol sendiri ya!" Mendengar itu Ocha jadi merah malu. Cubitan nakalpun melayang ke paha Mas Didi. Gara-gara cubitan itulah teman-teman yang lain menganggap ada sesuatu diantara mereka berdua. Itulah awal mengapa di manapun teman-teman Mudika Paroki menganggap ada sesuatu diantara mereka berdua. Namun gosip yang beredar di kalangan Mudika Paroki tentang dirinya kalah santer dengan beredarnya gosip tentang seniornya sendiri yaitu Mas Be. Aneh, Mudika sering bilang bahwa Mas Be sedang naksir Bronis. Ocha juga tidak tahu siapa yang dimaksud Bronis itu.&lt;br /&gt;Merasa penasaran, dicari juga kata "Bronis" di kamus Bahasa Indonesia namun tidak ditemui arti kata itu. Lalu dicarinya juga dikamus Bahasa Inggris juga tidak ada. Lalu akhirnya dia tahu maksud kata "Bronis" itu setelah mendengar radio secara tak sengaja menjelang tidur. Tapi rasa penasaran itu belum juga pudar jika belum tahu siapa yang dimaksud teman-teman dengan "Si Bronis" itu. Tadinya dirinya sempat curiga setelah tahu bahwa arti Bronis itu adalah kependekan dari "Berondong Manis". Ocha juga sempat besar kepala apakah mungkin Mas Be juga suka pada adik yuniornya yang satu lingkungan ini. Namun besar kepalanya kembali mengecil setelah tahu siapa yang dimaksud anak-anak Mudika dengan sebutan Bronis itu. Ternyata penanggung jawab Misa Inovatif kemaren, pantes Mas Be semangat banget mengajak dirinya dan teman-teman Mudika senior yang lain untuk menyukseskan acara itu ternyata ada misi itu di baliknya. Namun Ocha semakin tidak mengerti setelah selesai acara Misa Inovatif dan diselenggarakan pembubaran panitia, Mas Be langsung membentuk panitia baru untuk acara Hari Valentin. Namun kali ini bukan acara misa lagi seperti kemaren. Aneh ini Mas Be, lalu muncul banyak pertanyaan dalam benaknya "Ah mungkin pada hari Valentin nanti Mas Be akan mengungkapkan perasaannya pada "Si Bronis" itu." Pikir Ocha. Ocha juga tak mengerti mengapa dia dijadikan panitia lagi.&lt;br /&gt;Hari Valentin tiba, acara ini diisi dengan lomba menulis puisi, surat cinta, cerpen, dan pementasan drama. Ocha berpikir pasti Mas Be sudah merencanakan semua ini. Pada pementasan drama nanti pasti dia akan meniru acara di tivi itu yaitu "katakan cinta". "Ah Mas Be ini ternyata latah juga dan gak kreatip." Pikir Ocha dalam hati. Dia juga sudah membayangkan pada acara pementasan drama nanti betapa lucunya jika seorang senior seperti Mas Be itu mengungkapkan perasaannya kepada Si Bronis. Orang yang keras dan jarang berbicara lembut jika mengatakan cinta pasti lucu. Ocha juga menghayal alangkah terkejutnya hati Si Bronis yang lugu itu jika tahu bahwa Mas Be tiba-tiba mengungkapkan cintanya di depan umum pasti akan sangat lucu. Bayangan-bayangan tentang apa yang akan dilakukan Mas Be pada hari Valentin membuat Ocha jadi geli sendiri.&lt;br /&gt;Pada saat pembukaan acara Ocha tersenyum sendiri setelah tahu Master of Ceremony acara itu adalah Si Bronis dan Si Brona. Perempuan manis berkulit putih berwajah imut itu dengan piawai membawakan acara yang menarik banyak mudika khususnya yang laki-laki untuk duduk lama dan memperhatikannya dalam setiap sesi. Memang layak jika dia sering disebut-sebut sebagai "Berondong Manis" sebab memang manis bener, Ocha pun mengakui hal tersebut dalam hati. Pasangan MC-nya adalah laki-laki ganteng berkacamata yang juga banyak menarik hati para perempuan. Layak juga dia disebut-sebut sebagai "Berondong Nakal". Laki-laki ganteng yang memang nakal dan suka membuat para gadis patah hati ini. Ocha pun pernah dibuatnya patah hati ketika dulu sempat naksir namun oleh Brona selalu tidak diperhatikan. Setiap haripun Ocha pernah menelpon Si Brona dan awalnya ditanggapi dengan hangat namun betapa sakit dan patah hatinya Ocha ketika suatu hari Brona memperkenalkan seorang wanita yang mengaku pacar Brona di parkiran gereja suatu sore. Ocha berusaha melupakan masa lalu itu dan sekarang yang dia tunggu adalah saat dimana Mas Be mengungkapkan perasaannya kepada Si Bronis itu.&lt;br /&gt;Sesi demi sesi berlalu dan betul ada bagian acara di mana di situ ada acara seperti "katakan cinta". Kali ini Mas Be kena sebagai korban. Di situ Ocha sudah menebak bahwa dia akan mengungkapkan perasaannya kepada Bronis tapi dugaannya meleset ternyata wanita yang kena adalah teman perempuan satu lingkungannya sendiri yaitu Si Ndut. "Ah jadi tidak lucu ini acara." Apesnya lagi malah gantian dirinya yang dikerjain lagi oleh Mas Be. Kali ini Si Dholop yang harus mengungkapkan cintanya kepada dirinya lewat sekuntum mawar merah. Dholop itu adalah bahasa kebalikan anak gaul Jogja. Dalam arti yang sebenarnya dholop itu adalah bohong. Mungkin dijuluki "Si Dholop" karena dia suka berbohong. Tahu arti namanya saja Ocha sudah takut. Apalagi harus menjawab ungkapan rasa cinta Dholop kepadanya. Sulit dibayangkan apa yang harus dikatakannya kepada Dholop. Dalam hati dia mengumpat, "Awas nanti Mas Be suatu hari akan gantian kukerjain!"&lt;br /&gt;Upaya agar bisa membalas apa yang pernah dilakukan Mas Be pada dirinya belum pudar. Namun bagaimana caranya? Sebab sulit juga untuk mengubah pola pikir para Mudika yang latah. Jika Mas Bejo ngomong A, yang lain ikut-ikutan ngomong A. Jika Mas Be ngomong R yang lain ikut-ikutan ngomong R. Pokoknya sulit mengajak para Mudika itu untuk punya pendapat sendiri. Ocha juga pernah membaca buku bahwa hal seperti itu adalah "politik granat" dimana satu orang berteriak dengan suara keras maka orang di sekitarnya akan ikut-ikutan meneriakkan dan mengikuti suara yang keras itu meskipun belum tentu benar. Hal itu ternyata terjadi lagi ketika Mudika Paroki mengadakan acara ziarah ke Gua Maria Sriningsih, Klaten. Selesai ziarah, Mudika mengadakan acara di Kapel bawah. Acara ini awalnya menarik karena yang mengisi tiga orang frater yang belum dikenal oleh para Mudika sehingga para Mudika masih segan dengan mereka. Namun setelah acara hampir selesai tiba-tiba Mas Gerald dan Mas Be mengambil alih acara. Acara terakhir diisi dengan acara pemilihan pengurus baru Mudika Paroki. Semua peserta terkejut karena tidak pernah tahu bahwa akan ada acara pemilihan pengurus baru Mudika Paroki. Tiba-tiba sudah ada lima orang yang dikandidatkan menjadi calon ketua Mudika Paroki. Alangkah terkejutnya Ocha ketika namanya juga disebut. Dia yang dari tadi bisa cengar-cengir lalu terdiam ketika harus maju ke depan karena namanya terpilih dan mengantongi suara terbanyak. Mau tak mau dia akan menjadi Ketua Mudika Paroki periode berikutnya. Apa yang akan dia lakukan dan programkan dia sendiri belum tahu.&lt;br /&gt;Sore itu tiga buah bus yang membawa rombongan Mudika Paroki mulai bergerak dan meninggalkan lapangan bola tempatnya tadi parkir. Secara pelan namun pasti tiga buah bus itu melaju menuju sebuah gereja yang atapnya melengkung. Di salah satu bus ada seorang wanita berkulit putih, berkacamata yang duduk diam seolah merenung, "Andai dulu aku tidak menanggapi ajakan salah seorang Mudika Seniorku, nasib dan tanggung jawabku tidak akan seperti ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klaten, Mei 2008&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-7308931473059483092?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/7308931473059483092/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=7308931473059483092' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/7308931473059483092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/7308931473059483092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2008/05/ocha-mudika-paroki-ke-depan.html' title='Ocha : Mudika Paroki Ke Depan'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-49799220603670176</id><published>2008-05-07T04:42:00.000-07:00</published><updated>2008-05-07T04:46:39.201-07:00</updated><title type='text'>Sekedar Bahan Diskusi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Melihat keinginan para pembaca dan komentar para teman-teman Mudika dari paroki atau wilayah lain tentang blog ini alangkah menarik untuk kita tanggapi dan diskusikan. Pertama, adanya keinginan agar para Mudika diperkenankan menulis sehingga yang menulis di sini bukan orang-orang itu aja. Usulan ini sangat bagus namun pada kenyataannya ketika mereka disuruh memasukkan tulisan mereka ke alamat imel seperti yang sudah tertera hanya ada beberapa yang mengirimkan tulisannya dan itupun bukan karya mereka sendiri sehingga tidak kita upload di sini. Dari sini mungkin bisa kita simpulkan (meskipun kesimpulan ini bersifat asumsi karena tidak survei langsung ke lapangan) bahwa minat untuk menulis di kalangan Mudika sangat minim. Juga minat baca di kalangan Mudika sangat kurang karena dari kegiatan yang terlihat jarang ada Mudika khususnya di Paroki kami yang mengadakan acara bedah buku dan mengkritisinya. Sebenarnya banyak yang bisa dilaksanakan di sini misal membedah buku “Davinci Code” atau “Ajaran Sosial Gereja” yang disunting oleh Charles O Curran. Atau karya-karya penulis kita seperti “Antara Kabut dan Tanah Basah” BB. Triatmoko, SJ. “Menggugat Tuhan” F. Rahardi. Dari contoh tersebut sebenarnya banyak buku-buku yang bisa kita bedah dan kritisi yang menjadi kajian para Mudika kita.&lt;br /&gt;Kedua, adanya keinginan untuk melakukan jejaring antar Mudika. Beberapa juga punya keinginan tidak hanya bisa berkomunikasi di dunia maya namun sekali waktu ada anjangsana dan bisa berkegiatan bersama. Dari hal ini Mudika sebenarnya punya wadah di tingkat kevikepan dan keuskupan yang bisa menjembatani keinginan-keinginan seperti itu. Namun akhir-akhir ini kegiatan akbar yang melibatkan seluruh perwakilan Mudika Paroki tidak kita dengar atau mungkin informasinya tidak sampai di Paroki. Sebenarnya menurut hemat kami jejaring seperti ini akan lebih enak dan fleksibel jika menggunakan istilah spiritualitas sehingga kita tidak terjebak dan tersekat ke dalam kotak-kotak agama dan wilayah. Di Jogja misalnya ada FPUB (Forum Persaudaraan Umat Beriman), Institute DIAN Interfidei, Anand Krishna Center, Paguyuban Tri Tunggal yang bersifat universal dan non diskriminasi sehingga ada hal-hal yang bisa kita bahas dan kalau perlu mengundang salah satu tokoh dari anggota komunitas tersebut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita. Melihat keindahan pelangi sebagai mejikuhibiniu tidak seperti cara pandang kita saat ini yang melihat sesuatu hanya melalui sudut merah melulu atau melihat gajah hanya dari ukuran gading atau belalainya saja. Spiritualitas itu holistik atau menyeluruh sehingga mereka yang berspiritualitas biasanya memiliki pandangan yang luas dan jiwa yang utuh.&lt;br /&gt;Dari jabaran itu kami hanya memberikan sedikit pandangan bahwa sebenarnya banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan oleh Mudika untuk tidak mengatakan bahwa kegiatan yang sudah dijalani selama ini monoton dan kurang bisa membuka celah wawasan kesadaran. Silahkan ditanggapi dan mari kita diskusi dengan pikiran yang segar dan jernih. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-49799220603670176?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/49799220603670176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=49799220603670176' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/49799220603670176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/49799220603670176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2008/05/sekedar-bahan-diskusi.html' title='Sekedar Bahan Diskusi'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-4659286676121017319</id><published>2008-03-23T02:15:00.000-07:00</published><updated>2008-03-23T02:30:52.513-07:00</updated><title type='text'>Tableu</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_VjRlfEfruHA/R-YiZs3TNeI/AAAAAAAAACc/1m4IzR580sw/s1600-h/DSCF7384.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180866246271514082" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 206px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px; TEXT-ALIGN: center" height="150" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_VjRlfEfruHA/R-YiZs3TNeI/AAAAAAAAACc/1m4IzR580sw/s200/DSCF7384.JPG" width="215" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_VjRlfEfruHA/R-YiZ83TNfI/AAAAAAAAACk/KrGc_9iyWOw/s1600-h/DSCF7389.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180866250566481394" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_VjRlfEfruHA/R-YiZ83TNfI/AAAAAAAAACk/KrGc_9iyWOw/s200/DSCF7389.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_VjRlfEfruHA/R-YiaM3TNgI/AAAAAAAAACs/JyJCUYAYLdg/s1600-h/DSCF7390.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180866254861448706" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_VjRlfEfruHA/R-YiaM3TNgI/AAAAAAAAACs/JyJCUYAYLdg/s200/DSCF7390.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_VjRlfEfruHA/R-YhEM3TNZI/AAAAAAAAAB0/wpjaH_f4I4s/s1600-h/DSCF7363.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180864777392698770" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_VjRlfEfruHA/R-YhEM3TNZI/AAAAAAAAAB0/wpjaH_f4I4s/s200/DSCF7363.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_VjRlfEfruHA/R-YhEc3TNaI/AAAAAAAAAB8/fjVNLzxBPJE/s1600-h/DSCF7364.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180864781687666082" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_VjRlfEfruHA/R-YhEc3TNaI/AAAAAAAAAB8/fjVNLzxBPJE/s200/DSCF7364.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_VjRlfEfruHA/R-YhEc3TNbI/AAAAAAAAACE/cA-0Kd05A4M/s1600-h/DSCF7365.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180864781687666098" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_VjRlfEfruHA/R-YhEc3TNbI/AAAAAAAAACE/cA-0Kd05A4M/s200/DSCF7365.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_VjRlfEfruHA/R-YhEs3TNcI/AAAAAAAAACM/fBdmGahYojw/s1600-h/DSCF7379.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180864785982633410" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_VjRlfEfruHA/R-YhEs3TNcI/AAAAAAAAACM/fBdmGahYojw/s200/DSCF7379.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_VjRlfEfruHA/R-YhE83TNdI/AAAAAAAAACU/ruc4tc23qn8/s1600-h/DSCF7381.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180864790277600722" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_VjRlfEfruHA/R-YhE83TNdI/AAAAAAAAACU/ruc4tc23qn8/s200/DSCF7381.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-4659286676121017319?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/4659286676121017319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=4659286676121017319' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/4659286676121017319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/4659286676121017319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2008/03/tableu.html' title='Tableu'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_VjRlfEfruHA/R-YiZs3TNeI/AAAAAAAAACc/1m4IzR580sw/s72-c/DSCF7384.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-2314700227977230557</id><published>2008-02-18T02:06:00.000-08:00</published><updated>2008-02-18T02:32:48.109-08:00</updated><title type='text'>Valentine's Day</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Valentine’s day merupakan hari yang dinanti-nanti oleh Mudika. Begitu pula dengan Mudika Paroki Santo Yusup Bintaran Yogyakarta. Hari Valentin digunakan sebagai momentum untuk mengumpulkan kembali Mudika yang sudah lama vakum dalam berkegiatan bersama antar lingkungan. Dalam kesempatan itu, pengurus Mudika Paroki menyelenggarakan lomba antar lingkungan untuk menarik perhatian dan menggalang komunikasi. Lomba yang diselenggarakan adalah lomba menulis puisi, surat cinta, cerpen, dan pementasan drama. &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168260919113769154" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_VjRlfEfruHA/R7lZ7F5PYMI/AAAAAAAAAA8/BPdiMXyB5So/s200/DSCF7208.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Pada rapat pertama para Mudika mencoba membuat tema besar yang akan digunakan dalam acara Hari Valentin tersebut. Banyak gagasan tentang bagaimana mereka memahami makna cinta? Beberapa tema yang muncul dengan jabaran masing-masing antara lain: Cinta itu napsu, kaldu cintaku, cinta itu luka, kucintai kelemahanmu, dan lain-lain. Kemudian mereka mencoba mengerucutkan dari pemahaman mereka yang beraneka ragam itu menjadi satu tema bersama. Akhirnya disepakati tema bersama untuk kegiatan Hari Valentin adalah “Kucintai Kelemahanmu” yang maknanya bahwa manusia itu diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun orang yang benar-benar mencintai adalah mereka yang berusaha mencintai secara sempurna terhadap kekurangan atau kelemahan orang yang dicintainya tersebut. &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168261881186443474" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_VjRlfEfruHA/R7lazF5PYNI/AAAAAAAAABE/F6TiIj25szI/s200/DSCF7224.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Persiapan panitia untuk menyelenggarakan acara itu membutuhkan waktu sebulan. Lamanya waktu ini karena panitia harus menggalang dana, tenaga, dan dukungan dari banyak pihak khususnya mudika lingkungan sendiri. Dalam lomba puisi, surat cinta, dan cerpen dilaksanakan lebih dulu karena peserta butuh waktu beberapa hari untuk menuangkan ide dan gagasannya ke dalam sebuah kertas. Juri juga butuh waktu agak lama untuk menilai. Pada tanggal 10 Februari 2008 diadakan technical meeting untuk peserta lomba drama antar lingkungan. Pada tahap ini panitia juga memainkan salah satu drama untuk memberi contoh dan agar peserta paham bagaimana drama itu sebenarnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168264866188714210" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_VjRlfEfruHA/R7ldg15PYOI/AAAAAAAAABM/_Ygugo4PnOQ/s200/DSCF7211.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 17 Februari 2008 diselenggarakanlah lomba pementasan drama antar lingkungan itu yang diikuti oleh beberapa lingkungan. Tidak semua lingkungan di Paroki Santo Yusup Bintaran ambil bagian dalam lomba drama itu. Bagi panitia mungkin menjadi satu pertanyaan juga mengapa banyak lingkungan yang tidak ikut ambil bagian? Apakah sosialisasi dan publikasi kurang atau ada faktor lain misalnya lingkungan tidak ada Mudikanya? Atau mungkin juga tidak ada anggota Mudika Lingkungan yang berminat dengan acara drama. &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168265364404920562" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_VjRlfEfruHA/R7ld915PYPI/AAAAAAAAABU/9SKmUNWNzVE/s200/DSCF7228.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Acara puncak Hari Valentin yang diselenggarakan oleh Mudika Paroki Santo Yusup Bintaran itu juga diisi dengan beberapa permainan dan juga penyerahan hadiah para pemenang lomba puisi, surat cinta, dan cerpen. Sekaligus juga diumumkan pemenang lomba pementasan drama saat itu juga. Selain itu para peserta juga diajak untuk membacakan salah satu puisi dan surat cinta yang dibuat oleh teman mereka.&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang menarik dalam acara ini. Ternyata banyak juga Mudika yang tidak mengetahui sejarah Santo Valentinus. Hari Valentin hanya dianggap sebagai hari untuk mengutarakan cinta terhadap pasangan atau orang yang disayang. Juga hari yang identik dengan bunga mawar dan coklat. Meskipun tidak semua Mudika bisa hadir namun acara puncak Hari Valentin sangat meriah dan menyenangkan bagi peserta yang mengikutinya. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-2314700227977230557?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/2314700227977230557/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=2314700227977230557' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/2314700227977230557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/2314700227977230557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2008/02/valentines-day.html' title='Valentine&apos;s Day'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_VjRlfEfruHA/R7lZ7F5PYMI/AAAAAAAAAA8/BPdiMXyB5So/s72-c/DSCF7208.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-8109563877602601841</id><published>2008-01-19T00:21:00.000-08:00</published><updated>2008-01-19T00:23:44.823-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Valentine&apos;s day'/><title type='text'>Kucintai Kelemahanmu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Masih juga dipandang setangkai mawar merah dan bungkusan cantik berisi coklat itu. Membetulkan kacamatanya yang melorot lagi karena hidungnya yang tidak begitu mancung. Merenung dan berpikir. Dia masih ragu dan takut. Takut yang belum pernah dirasakannya. Takut yang rasanya masih menusuk di ulu hati. Akankah luka itu akan terulang untuk yang kedua kali? "Aku harus berani dan kuat!" Pikirnya dalam hati. "Luka karena cinta harus disembuhkan dengan cinta pula." Bisiknya lagi. Segera dikayuh sepeda itu menuju sebuah rumah berpagar besi warna hijau tua. Berhenti sejenak, seolah masih ragu dengan apa yang akan dikatakannya.&lt;br /&gt;Apa yang akan dikatakannya? Kita tunggu jawabannya pada pementasan drama tanggal 10 dan 17 Februari 2008 di Serambi Komsos Gereja Bintaran.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-8109563877602601841?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/8109563877602601841/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=8109563877602601841' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/8109563877602601841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/8109563877602601841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2008/01/kucintai-kelemahanmu.html' title='Kucintai Kelemahanmu'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-3974823702813905448</id><published>2007-12-09T20:34:00.000-08:00</published><updated>2007-12-15T06:30:59.051-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Misa'/><title type='text'>Back to Nature</title><content type='html'>"....kadang dia diam seperti mati&lt;br /&gt;Namun dia belum  mati&lt;br /&gt;Dia tidak mati&lt;br /&gt;Bahkan jantungnyapun masih berdetak&lt;br /&gt;Dengar !&lt;br /&gt;Dengarkan suara- suaranya !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Itulah sepenggal puisi yang akan kami tuangkan dalam Misa Kreatif Inovatif di Gereja Bintaran Malam Natal nanti pukul 20.30 malam. Dalam Misa Kreatif kali ini kami mengusung tema "Back to Nature". Kami akan mencoba mengemas malam natal nanti menjadi sesuatu yang berbeda dengan konsep teatrikal. "Bali nang Ndeso" itulah inti yang akan kami coba tawarkan sebagai salah satu alternatif solusi dari kesemrawutan problematika yang dihadapi manusia Indonesia dewasa ini. Keprihatinan kami yang berangkat dari umat paroki gereja bintaran sebagai jendela untuk melihat gereja di Indonesia. Kami melihat "Mudika" sebagai generasi muda mengalami krisis multidimensi yang dicekokkan oleh dunia kepada mereka melalui media dan perilaku masyarakat sekitar mereka. Banyak mudika yang tidak mau aktif lagi hidup menggereja dan lebih tertarik menenggelamkan diri dalam bujuk rayu kemegahan kota besar sehingga mereka membiarkan "Mudika" mereka terbengkalai. Generasi yang diharapkan menjadi motor penggerak karena energi gerak yang masih tinggi dimilikinya memilih kerja ke kota besar sehingga mereka tercerabut dari akar budayanya. Jika hal ini dibiarkan lama maka mereka akan hilang keterikatannya dengan budaya asalnya. Oleh karena itu kalian kaum muda kembalilah ke desa kalian dan bangunlah desa kalian sendiri dengan kemampuan seadanya yang sudah kalian miliki. Ayo "Bali nang Ndeso!" kami tunggu kehadiran kalian di Gereja Bintaran tanggal 24 Desember 2007 pukul 20.30 WIB. Apa yang dirasakan oleh mata akan dirasakan pula oleh tangan dan kaki. Bukankah kita satu tubuh? Berkah Dalem Gusti! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-3974823702813905448?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/3974823702813905448/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=3974823702813905448' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/3974823702813905448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/3974823702813905448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2007/12/back-to-nature.html' title='Back to Nature'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-3108457880010990219</id><published>2007-10-30T19:22:00.000-07:00</published><updated>2007-10-30T19:38:38.261-07:00</updated><title type='text'>Mudika = Mumet di Kepala</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_VjRlfEfruHA/RyfpUPMIBbI/AAAAAAAAAAU/v1T2hhSLQoQ/s1600-h/DSCF6548.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5127323234668643762" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_VjRlfEfruHA/RyfpUPMIBbI/AAAAAAAAAAU/v1T2hhSLQoQ/s200/DSCF6548.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_VjRlfEfruHA/RyfpUfMIBcI/AAAAAAAAAAc/bTdZ-ulxU80/s1600-h/DSCF6497.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5127323238963611074" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_VjRlfEfruHA/RyfpUfMIBcI/AAAAAAAAAAc/bTdZ-ulxU80/s200/DSCF6497.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_VjRlfEfruHA/RyfpUvMIBdI/AAAAAAAAAAk/uzBo_x-YLHo/s1600-h/DSCF6553.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5127323243258578386" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_VjRlfEfruHA/RyfpUvMIBdI/AAAAAAAAAAk/uzBo_x-YLHo/s200/DSCF6553.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_VjRlfEfruHA/RyfpU_MIBeI/AAAAAAAAAAs/8IPKLglPiV4/s1600-h/DSCF6513.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5127323247553545698" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_VjRlfEfruHA/RyfpU_MIBeI/AAAAAAAAAAs/8IPKLglPiV4/s200/DSCF6513.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_VjRlfEfruHA/RyfpVPMIBfI/AAAAAAAAAA0/ozFlEQwAvpM/s1600-h/DSCF6541.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5127323251848513010" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_VjRlfEfruHA/RyfpVPMIBfI/AAAAAAAAAA0/ozFlEQwAvpM/s200/DSCF6541.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Masa muda sungguh senang&lt;br /&gt;Jiwa penuh dengan cita-cita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Sesama kaum muda. Ya mungkin itulah yang melandasi mereka sehingga punya inisiatif dan cita-cita untuk memajukan Mudika mereka. Dilahirkan di suatu lingkungan bagian dari Paroki membuat mereka selalu berpikir kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu luang dan memberikan kegiatan yang berguna bagi mereka. Sebagai Ketua Mudika, Anggung selalu memikirkan hal ini. Kegiatan yang dijalani mudikanya selama ini hanyalah parkir, jaga buletin, dan tugas koor. Hanya itu. Sehingga ketika Mudikanya tidak mendapatkan tugas tiga hal tadi, banyak Mudikanya memilih berkegiatan di luar gereja seperti sekolah, kampus, kampung, dan komunitas lain. Mudika malah jarang menjadi organisasi pertama yang harus diprioritaskan. Mudika Paroki yang harusnya menjadi penjembatan diantara sesama Mudika Lingkungan kelihatannya juga vakum. Apa yang menjadikannya vakum juga kurang bisa dimengerti oleh para Ketua Mudika di lingkungan. Kevakuman Mudika Paroki berdampak dengan vakumnya Mudika di lingkungan karena jelas tidak mendapat suport dukungan dan energi dari atas. Ide kegiatan sangat banyak dan mungkin para pengurus Mudika Parokipun memiliki referensi tentang hal ini. Namun untuk mewujudkannya menjadi kegiatan yang nyata membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Tidak cukup hanya ide dan gagasan, namun tenaga pelaksana, prasarana, juga dana menjadi hal yang juga menentukan berhasil tidaknya suatu kegiatan.&lt;br /&gt;Di Stasi, yang masih merupakan wilayah teritorial Paroki tidak jauh kondisinya dengan yang dialami di Paroki. Kegiatan yang dijalani juga hampir sama. Kevakuman juga dialami namun para pengurus Mudika Stasi menyadari pentingnya suatu “regenerasi” sehingga laju kegiatan Mudika tidak terputus. Maka pada tanggal 21 Oktober 2007 mereka mengadakan kegiatan kaderisasi yang diikuti perwakilan masing-masing Mudika Lingkungan di Stasi. “Outing” yang diselenggarakan di Kaliurang ini diikuti kurang lebih 100an peserta. Para peserta dari lingkungan inilah yang kedepannya akan menjadi calon pemimpin bagi Stasi mereka. Ria yang juga Ketua Mudikapun mengalami hal yang sama seperti yang dirasakan Anggung atas mudika mereka. Sebagai ketua mudika “Socchissora” yang terdiri dari tiga lingkungan Barnabas, Sanjaya, dan Dominikus, dampak dari pemekaran wilayah menjadi tiga lingkungan membuat sulit untuk mengumpulkan kembali kaderisasi yang sudah dibangun lama. Sehingga meskipun lingkungan mereka berbeda dalam berkegiatan Mudika mereka selalu bersama dan tetap satu. Karena jika dipisah akan sulit mencari seorang pengurus yang sudah solit itu.&lt;br /&gt;Awalnya hanya sebatas obrolan dan ide basa-basi. Tanpa sengaja Ria dan Anggung bertemu di suatu acara resepsi pernikahan. Dari obrolan sambil prasmanan itu, pembicaraan yang tadinya hanya koor dan lagu-lagu liturgi berkembang untuk lebih mengakrabkan diri. Tidak hanya mereka berdua tapi melibatkan dua Mudika yang berbeda wilayah dan lingkungan untuk mengadakan acara. Kebetulan keduanya sama-sama sebagai Ketua Mudika sehingga dari hanya sekedar ide tadi mereka teruskan ke teman-teman pengurus di Mudika masing-masing. Jika hanya Ide dan gagasan tanpa ditindaklanjuti tetap hanya menjadi sebuah pemikiran. Rapat sesama penguruspun dilakukan. Sepakatlah mereka untuk mengadakan acara keakraban antara “Mudika Socchissora” dan “Mudika Bramin”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dengan api yang tak kunjung padam&lt;br /&gt;Selalu membakar dalam kalbu&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dengan semangat yang membara juga jiwa muda yang suka tantangan, diskusi tentang kegiatan apa yang akan dilaksanakan menjadi bagian yang menarik. “Brain Strorming” ini melibatkan para pengurus Mudika keduanya. Dari ide awal yang inginnya hanya bisa kenal satu sama lain melebar sampai “Sumpah Pemuda” karena acara yang akan diselenggarakan tanggal 28 Oktober 2007. Lebih melebar lagi kadang-kadang ngelantur sampai “Ajaran Sosial Gereja”, kadang juga menyinggung “Monoteisme” sehingga keinginan dan ide mereka sangat banyak namun sulit untuk mewujudkannya. Lalu setelah dikerucutkan dari jabaran gagasan yang beraneka macam itu mereka menyepakati bahwa tema kegiatan keakraban mereka adalah “Mudika = Mumet di Kepala”. Tema itu muncul dari pemikiran bahwa sangat sulit dan memusingkan ternyata mengurusi organisasi yang namanya Mudika itu.&lt;br /&gt;Setelah beberapa kali rapat akhirnya jenis kegiatan yang disepakati adalah “outbound”. Persiapan teknispun dilakukan mulai dari membuat susunan panitia, membuat proposal, bagaimana menggalang dana agar kegiatan itu terwujud. Mas Anton yang dipercaya oleh teman-teman untuk menjadi ketua panitia dalam kegiatan ini. Berkat kerja keras panitia acara inipun bisa dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2007 di Gereja Pringgolayan yang mengambil tempat di halaman luarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Masa mudaku masa yang terindah&lt;br /&gt;Masa Tuhan memanggilku&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Acara inti dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama, para peserta diajak untuk merefleksikan kitap suci. Mereka disuruh membaca secara detil salah satu perikop dan mengartikannya kata demi kata. Lalu benda-benda yang ada di alam sekitar mereka yang ada di perikop itu mereka cari dan kumpulkan kecuali manusia. Dalam sesi ini para mudika diajak untuk kembali menyadari bahwa Allah menciptakan manusia, bumi beserta isinya. Manusia dituntut untuk mencintai dan menjaga keindahan alam sekitar mereka. Kecepatan, ketelitian, dan kemampuan memahami bahasa menjadi kunci dalam sesi ini.&lt;br /&gt;Sesi kedua, peserta diajak untuk melewati 4 pos. Sebelumnya untuk menentukan siapa kelompok yang jalan dulu mereka harus melewati permainan tembak-tembakan. Di Pos pertama mereka akan bertemu dengan permainan kecepatan dan ketangkasan. Di Pos kedua, mereka akan bertemu dengan permainan “cecongoran” yang melatih wawasan mereka dan kecepatan berpikir. Di Pos tiga mereka akan bertemu dengan permainan “gentong bocor” yang melatih mereka bekerjasama, cepat, dan kompak. Di Pos keempat mereka akan merefleksikan apa yang mereka pahami dan maknai di ketiga pos sebelumnya.&lt;br /&gt;Acara terakhir adalah memilih siapa yang menurut mereka dalam kelompok itu memiliki jiwa kepemimpinan yang paling tinggi lalu juga menentukan acara apa yang menurut mereka paling baik dilakukan antara Mudika Paroki Bintaran dan Mudika Stasi Pringgolayan. Dari hasil poling yang dilakukan, Mas Erwan dari Bramin memiliki skor tertinggi dalam perolehan suara “Orang yang memiliki leadership paling tinggi dalam kelompok mereka”. Kemudian acara weekend yang ada unsur menginapnya menjadi pilihan paling banyak dalam poling tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Masa mudaku masa yang kukenang&lt;br /&gt;Kutinggalkan semua dosaku&lt;br /&gt;La la la la la…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Gereja Pringgolayan, 28 Oktober 2007&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-3108457880010990219?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/3108457880010990219/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=3108457880010990219' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/3108457880010990219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/3108457880010990219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2007/10/mudika-mumet-di-kepala.html' title='Mudika = Mumet di Kepala'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_VjRlfEfruHA/RyfpUPMIBbI/AAAAAAAAAAU/v1T2hhSLQoQ/s72-c/DSCF6548.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-9058877493082834393</id><published>2007-10-24T07:35:00.000-07:00</published><updated>2007-10-24T07:46:31.661-07:00</updated><title type='text'>Pacaran Sehat Sebagai Persiapan Menuju Perkawinan Bahagia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Inilah pertanyaan dasar yang sering ditanyakan dan perlu kita jawab. Kadang juga mungkin kita risih harus menjawab pertanyaan yang sama dari orang yang berbeda. Misalnya, Siapa sih pacarmu sekarang? Apakah masih dengan yang dulu? Bahkan sering juga ada pertanyaan: Apakah kamu sudah punya pacar sekarang? Pertanyaan yang biasanya dilontarkan oleh teman-teman lama kita yang lama tidak bertemu ketika usia kita masih muda. Begitu memasuki usia matang atau 25 tahun ke atas. Pertanyaan yang diajukan akan berubah lagi, Kapan kamu menikah? Teman-temanmu sudah pada nikah, Kapan kamu nyusul? Bahkan dengan mereka yang sudah punya anak, mungkin logika pertanyaan yang diajukan akan sama dengan masalah yang mereka hadapi setiap hari. Karena mereka sudah sampai di tingkat itu. Sekarang anakmu sudah berapa? Bagi mereka yang sudah melewati semua tingkat itu akan mudah dan enteng menjawabnya. Namun bagi mereka yang belum, seolah pertanyaan itu berada jauh di awang-awang sana.  Lalu pertanyaan intinya, akan dibawa ke mana semua arah pertanyaan itu?&lt;br /&gt;                Untuk masalah pacaran dulu. Biasanya mereka yang menjalani pacaran karena mereka sudah saling mencintai. Cinta &lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=22768217#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;adalah perasaan kasih sayang yang muncul dari hati yang tulus. Dengan munculnya rasa cinta maka kita akan berusaha melakukan apa saja untuk dapat memilikinya dengan baik Cinta dapat muncul dimana saja, kapan saja  dan oleh siapapun. Persepsi orang tentang cinta akan lain-lain, ada yang menyatakan cinta itu indah, cinta itu buta, cinta itu kejam, dll. Tetapi pada dasarnya cinta itu suci dan indah.&lt;br /&gt;                Pacaran yang dilandasi dengan semangat saling mencintai akan berjalan dengan baik karena tujuan mereka pacaran adalah untuk  saling tukar energi untuk mewujudkan kasih. Cinta dalam setiap diri  manusia sebenarnya adalah energi murni yang terdalam. Energi itu akan semakin kuat jika mereka mendapat dukungan dari energi murni di luar dirinya. Pada titik-titik tertentu ketika energi antara dua manusia bertemu dan saling mensuport akan dirasakan energi itu akan melewati semua lapisan  yang menembus aura terluar sehingga mereka yang dipenuhi energi cinta, aura cemerlang akan memancar dari dalam dirinya. Namun ini energi murni yang tidak bisa dimanipulasi  begitu  energi lain yang menjadi lawan energi cinta tadi seperti benci, marah, takut, merasuk. Aura cahaya cinta itupun akan memudar dengan semakin kuatnya energi gelap yang mulai merasuk&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=22768217#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt;. Sayangnya banyak anak remaja yang kurang bisa memahami ini sehingga cinta bagi mereka hanya merupakan polesan di bibir dan mereka tidak bisa memaknai kata itu dengan energi yang mengikutinya kemudian. Hal yang paling sederhana adalah ucapan itu akan diikuti oleh perbuatan. Apa yang ada di pikiran seseorang otomatis akan bereaksi pada gerak tubuh dan perbuatan. Hal ini sebenarnya sangat mudah. Pohon itu akan dinilai dari buahnya. Ucapan cinta dari bibir seseorang jika berbuah perbuatan yang baik misal saling mendukung dalam sekolah, kuliah, ataupun kerja dan membuahkan perbuatan baik seperti sopan, saling menghargai, saling menghormati, dan memahami berarti ungkapan cinta itu tidak perlu diragukan lagi. Namun kadang bagi yang kurang bisa jeli ketika cinta itu hanya polesan untuk mewujudkan napsu. Pola tindakannya dan apa yang ada di pikirannya juga akan kelihatan arah dari perbuatan itu ke mana. Misal  ternyata  hubungan mereka menjadi hubungan yang saling membatasi dan menjadi mengekang dan tidak bisa saling mengembangkan diri ini adalah awal hubungan dari energi negatif yang mulai merasuk. Jika gejala awal negatif sudah dirasa sebaiknya jangan diteruskan arah hubungan itu karena sudah jelas buahnya yang dipetik kemudian akan menjadi tidak baik. Jangan melekat pada energi negatif itu tinggalkan saja carilah energi positif di mana  energi murni alam semesta berada. Sebab energi negatif itu akan menyerap habis energi positif kita. Untuk menutup kekurangan energi yang dimiliki orang akan berusaha sekuat tenaga untuk mengambil energi dari orang lain. Jika yang punya energi positip bisa stabil dan mempertahankan alur energinya tidak akan  menjadi masalah namun jika dia belum stabil dan masih labil hal inilah yang menjadi kendala.&lt;br /&gt;                Banyak kasus juga dalam pacaran mereka terjadi hubungan seks pranikah. Nafsu atau hasrat seksual adalah dorongan yang alamiah karena memang kita manusia. Namun karena kemanusiaan kita itulah kita juga diberi karunia untuk mengendalikannya. Bagi yang belum menikmati puncaknya, seks seakan segala-galanya. Bagi yang sudah mencapai pencerahan, seks bukanlah apa-apa&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=22768217#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt;! Seksualitas merupakan salah satu dari beberapa dimensi terpenting dalam diri setiap orang. Disadari atau tidak, seksualitas punya pengaruh kuat pada setiap orang, sekurang-kurangnya dalam berkomunikasi dengan sesama manusia. Salah satu bagian penting dari seksualitas adalah seks, yakni alat kelamin. Berbeda dari gender, yang berasal dari masyarakat, seks berasal dari Sang Pencipta sendiri. Justru karena berasal dari Sang Pencipta, seks itu pada dasarnya merupakan sesuatu yang baik, bermanfaat, dan perlu bagi kehidupan. Tujuan penciptaan seks oleh Sang Pencipta ini sekurang-kurangnya ada dua, yakni: demi  regenerasi dan demi unifikasi. Sang Pencipta rupanya menciptakan seks pada manusia agar pria dan wanita, dengan bekerja sama, dapat menurunkan manusia-manusia baru dan dapat bersatu untuk saling mendukung dan melengkapi&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=22768217#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;                Kesalah pahaman tentang seks ternyata banyak dialami, mereka terjebak pada hedonistik yang mengunggulkan kenikmatan sesaat padahal penderitaan berkepanjangan sesudahnya menanti dengan senyuman. Obat kuat, NAPZA, terbukti menjadi pelarian dari mereka yang terjebak oleh budaya instant. Banyak yang berkubang di dalamnya dan sulit untuk keluar. Padahal kita memiliki khasanah pengetahuan mengenai seks yang konon tidak sedikit jumlahnya dan sudah lama ada di kalangan rakyat kecil pinggiran, yang sekarang bahkan sudah hampir punah, karena tidak ada yang membuka dan menyebarkannya untuk umum.  Khasanah pengetahuan tersebut lebih merupakan sebagai wacana lisan di kalangan rakyat kecil, “kandane wong cilik”,”obrolan nang gardhu ronda”, “omongan bocah kampung”, rerasan nang kebon suwung’, secara lebih mentereng dapat dianggap sebagai pengetahuan nasehat, ajaran, “wewarah/piwulang/pitutur”;sedangkan secara sok mistis dapat juga disebut sebagai semacam ngelmu, yang konon hidup di dalam sementara masyarakat marginal di Jawa pada umumnya dan sekitar Yogyakarta pada khususnya. Sifatnya “tersembunyi”, hanya dikenal dalam kalangan terbatas, karena oleh umum cenderung dipandang saru, jorok, kasar, dan tidak layak dibicarakan.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=22768217#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                Pendidikan seks yang dalam arti luas adalah ilmu pengendalian diri memang harus diberikan kepada anak didik sejak dini. Jangan sampai terlambat sehingga anak mendapat informasi dari pihak yang salah. Inginnya enak e..malah jadi anak.  Energi seks adalah energi dasar dan sebagai dasar harus diolah dengan benar. Energi ini jika diolah akan menghasilkan energi spiritual yang luar biasa. Pengolahan energi seks untuk menggapai ketinggian spiritual. Mengelola  berarti memproses. Setelah diolah dan “menghasilkan” apa yang biasa disebut Kundalini, by-product-nya, sisa energinya masih dapat digunakan untuk kegiatan seks…dan, percaya-tak percaya, sekalipun by-product “kualitas” energi itu jauh melebihi kualitas energi kita saat ini yang belum diolah. Intinya: tanpa diolah, sesungguhnya kita menghamburkan energi. Tidak ada Kundalini, tak ada pula by-product yang berkualitas itu&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=22768217#_ftn6" name="_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;                Sekali lagi kegiatan seks adalah kegiatan yang dilakukan dengan pengendalian tinggi dan membutuhkan waktu dan proses yang lama untuk menyeimbangkan energi. Hal ini tidak bisa diperoleh dengan singkat dan dengan budaya instant seperti obat kuat apalagi NAPZA. Untuk kegiatan seksual yang menghasilkan kualitas energi yang baik dibutuhkan waktu yang lama dengan pasangan yang tetap. Hal ini hanya bisa dimungkinkan lewat pernikahan. Pernikahan di sini adalah pernikahan yang didasari atas landasan cinta kasih untuk persembahan kepada Sang Pencipta. Bukan pernikahan karena sudah terlanjur isi berapa bulan dan agar keluarga atau ayah ibu tidak malu di mata masyarakat. Persembahan  yang baik memang perlu waktu panjang dan lama untuk persiapannya.&lt;br /&gt;                Mengingat pentingnya pendidikan seks bagi generasi muda agar tidak terjebak ke jalan yang kurang bijak maka “Paduan Suara Fidelis” memandang perlu untuk mengadakan kegiatan tentang pemahaman arti pacaran dan seksualitas.  Acara ini diselenggarakan dalam acara weekend intern di Griya Samaria Kaliurang. Tema kegitan weekend ini adalah “Pacaran Sehat Ala Katolik”. Acara yang berlangsung pada tanggal 20-21 Oktober 2007 ini  dipandu oleh Romo Kristianto, PR pada hari Minggunya tanggal 21 dari pukul 9.30 sampai selesai. Pada hari Sabtu malam tanggal 20 Oktober, para peserta diajak untuk berefleksi masing-masing tentang arti pacaran dan cinta yang pernah mereka alami. Sharing pengalaman pada malam hari itu setelah sebelumnya diisi dengan beberapa permainan, bisa melatih para anggota untuk minimal jujur pada diri sendiri juga bagaimana belajar dewasa membentuk organisasi atau komunitas yang bisa menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing anggotanya untuk bisa saling melengkapi.&lt;br /&gt;                Pada kesempatan itu, Romo Kristianto membagi penyampaian ajarannya menjadi dua pokok bahasan: pertama, ajaran tentang Perkawinan Katolik yang pada intinya  bersifat Unitif-Eksklusif, Indissolubile (tak terceraikan), Sakramental (sejak terjadinya consensus/ perjanjian antara keduanya). Kekhasan Perkawinan Katolik  juga termuat dalam dokument K.1055 KHK 1983 “Dengan perjanjian (seorang) pria dan (seorang) wanita membentuk kebersamaan seluruh hidup; dari sifat kodratinya perjanjian itu terarah pada kesejahteraan suami isteri serta kelahiran anak; oleh Kristus Tuhan perjanjian perkawinan antara orang-orang yang dibabtis diangkat ke martabat Sakramen”.  Cinta Kristus  adalah dasar perkawinan Katolik. Hal ini ditauladankan bagaimana Cinta Kristus pada Gereja-Nya sehingga panggilan suami-istri mencintai timbal balik sehingga melakukan hubungan seksual secara sukarela dan kesatuan hati. Kedua, ajaran tentang  Pacaran Sehat sebagai persiapan menuju perkawinan bahagia. Dari beberapa hasil penelitian dampak dari sekularisasi, hedonisme, materialisme, teknologi, utilitarianisme,egoisme, membawa dampak pada pola perilaku generasi muda dalam menyikapi arti hubungan dengan sesama manusia. Seks pra nikah menjadi pelarian dari kurang kuatnya pertahanan diri remaja dan kurangnya wawasan mereka tentang arti pentingnya seksualitas. Hal ini menjadikan dasar bahwa keluarga satu-satunya benteng pertahanan dari gempuran hal-hal yang kurang baik tersebut. Maka Pacaran yang sehat adalah pacaran yang mengarah ke “Courtship” bukan cuma “Dating” &lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=22768217#_ftn7" name="_ftnref7"&gt;[7]&lt;/a&gt;sehingga mulai memikirkan arah membentuk keluarga yang abadi yang hanya akan dipisahkan oleh kematian.&lt;br /&gt;                Sebagai umat Katolik, ada dua pilihan jalan hidup yang bisa dipilih. Mau membina keluarga yang baik atau memilih jalan selibat seperti yang dijalani para romo, suster, dan bruder. Silahkan memilih semua keputusan ada di tangan anda (Akur).&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=22768217#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Lihat Oliev, 2004: Ungkapan Cinta  Remaja Gaul&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=22768217#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Lihat James Redfield, Celestine  Prophecy.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=22768217#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Dari Khasanah “Kandane Wong Cilik” di Jawa Inilah Alternatif untuk Meningkatkan Kelaki-lakian Anda!&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=22768217#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Al. Purwa Hadiwardoyo, MSF.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=22768217#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt; Jalu Suwangsa,2005: Jangkrik Jlitheng&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=22768217#_ftnref6" name="_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt; Anand Krishna 2006: Sexual Quotient&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=22768217#_ftnref7" name="_ftn7"&gt;[7]&lt;/a&gt; Makalah dalam acara weekend “Pacaran Sehat sebagai persiapan menuju keluarga bahagia”.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-9058877493082834393?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/9058877493082834393/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=9058877493082834393' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/9058877493082834393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/9058877493082834393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2007/10/pacaran-sehat-sebagai-persiapan-menuju.html' title='Pacaran Sehat Sebagai Persiapan Menuju Perkawinan Bahagia'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-1529291027705390537</id><published>2007-08-23T06:46:00.000-07:00</published><updated>2007-08-23T07:02:20.332-07:00</updated><title type='text'>Merdeka</title><content type='html'>Merah putih mewarnai ruangan&lt;br /&gt;Masa di mana kaum muda membela ibu pertiwinya&lt;br /&gt;Bhinnekha Tunggal Ika, Tan Hana Darma Mangrwa&lt;br /&gt;Sutasoma yang menaungi Indonesia dengan cinta&lt;br /&gt;Hiduplah Indonesia Jaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bintaran bergetar ketika Indonesia Raya Dikumandangkan&lt;br /&gt;Dari Bintaran untuk dunia&lt;br /&gt;Dengan semangat jiwa mudanya&lt;br /&gt;Turut mengamalkan Pancasila&lt;br /&gt;Dengan semangat cinta kasih&lt;br /&gt;Mudika berkarya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang ditauladankan Yesus&lt;br /&gt;Pahlawan revolusioner dunia&lt;br /&gt;Menjadi tauladan bagi semua&lt;br /&gt;Yang membebaskan kita dari belenggu dosa&lt;br /&gt;Yang memerdekakan kita dari penderitaan&lt;br /&gt;Bukan dengan senjata dan pedang ataupun kekerasan&lt;br /&gt;Tetapi dengan cinta&lt;br /&gt;Merdeka....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-1529291027705390537?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/1529291027705390537/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=1529291027705390537' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/1529291027705390537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/1529291027705390537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2007/08/merdeka.html' title='Merdeka'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-7220220688735298156</id><published>2007-07-19T07:10:00.000-07:00</published><updated>2007-07-19T07:48:42.304-07:00</updated><title type='text'>Lowongan</title><content type='html'>Bagi anggota mudika St. yusuf Bintaran yang masih nggagur tapi sekolahnya tinggi&lt;br /&gt;PT. Synergy Mitra Sejati, Jakarta membuka peluang kerja sbb :&lt;br /&gt;1. sekretaris&lt;br /&gt;2. Tenaga Administrasi&lt;br /&gt;3. Bagian Data Entry&lt;br /&gt;4. Tanaga Marketing&lt;br /&gt;5. Staf Gudang&lt;br /&gt;6. Oprator Mesin Pabrik&lt;br /&gt;7. Driver&lt;br /&gt;8. Security&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syarat&lt;br /&gt;1. Usia di bawah 30 tahun&lt;br /&gt;2. Pendidikan Minimal SMA/ SMK Sederajad&lt;br /&gt;3. Untuk Posisi Sekretaris, Marketing, dan Administrasi Pendidikan Minimal Diploma 3 semua jurusan&lt;br /&gt;4. Untuk Security diutamakan bagi yang telah mengikuti pelatihan satpam dan bersetifikat&lt;br /&gt;4. Bersedia bertugas di luar kota&lt;br /&gt;5. Lolos Test kerja&lt;br /&gt;6. Jujur, ulet, disiplin, dan Mau belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamaran Dapat dikirim melalui Email : &lt;a href="mailto:Synergy@yahoo.com"&gt;Synergy@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;berupa Foto Diri, Lamaran, Curiculum Vitae&lt;br /&gt;dan dialamatkan pada Sdr Tanto Agung (oprasional Head PT. Synergy Mitra Sejati)&lt;br /&gt;atau di kirim langsung melalui Pos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan H. Samali Ujung, Pejaten Indah B-1 Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan&lt;br /&gt;Paling lambat :&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-7220220688735298156?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/7220220688735298156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=7220220688735298156' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/7220220688735298156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/7220220688735298156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2007/07/lowongan.html' title='Lowongan'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-154406982978189308</id><published>2007-07-12T10:10:00.000-07:00</published><updated>2007-07-12T10:15:14.011-07:00</updated><title type='text'>Siapa Mau Mendampingi Misdinar?</title><content type='html'>&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Study Kasus&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Teman-teman studi kasus kali ini bukan merupakan kasus yang begitu besar, menyangkut kepentingan dunia atau negara. Karena kita adalah misdinar paroki St. Yusuf Bintaran maka study kasus kali ini simple saja menyangkut peran kita sebagai misdinar di paroki kita. Intinya nggak perlu muluk-muluk. Jika kita ingin mengubah dunia, maka kita memulianya dari diri kita sendiri dahulu.&lt;br /&gt;Nah, begini kasusnya : tidak bisa dipungkiri dalam sebuah perayaan ekaristi membutuhkan Putra-putri altar, meski misa juga tetap dapat berlangsung meski tidak ada misdinar. Tentu kita semua tahu itu. Sehingga tak jarang kita cuek dengan ketidakhadiran atau terlambatnya petugas misdinar dalam sebuah misa. Situasi di paroki kita lebih menyedihkan lagi. Sikap-sikap liturgis  seorang pelayan altar yang seharusnya menjadi contoh bagi umat yang lain sering kali juga tidak di perhatikan. Misalnya cara berjalan, gerakan menundukkan kepala dan berlutut seakan terkesan hanya sebuah formalitas. Dan tidak nampak makna liturgisnya. (ini bukan kritik yang waton muni, tapi sungguh fakta yang banyak dikeluhkan umat paroki).&lt;br /&gt;Ada hal yang lebih parah lagi, senior, senior misdinar paoki kita terkesan tidak perduli dalam mendampingi adik-adiknya, bahkan justru terkesan berseberangan. (ini kesan yang dilihat oleh umat paroki). Ada lagi yang lebih menyedihkan. Seorang misdinar yang adalah pelayan Tuhan di altar, tidak menampakkan tata kramanya di luar altar. Ada kecendrungan  anggota misdinar lebih memilih tugas parkir, jaga bulletin, jual lilin saat paskah katimbang tugas melayani Tuhan di altar. Kita tidak perlu mencari contohnya ataupun pelakukan, masing-masing dari kita pernah melakukan hal itu, dan ketika di ingatkan oleh orang lain ada kecenderungan semua dari membela diri dan mencari pembenaranya. Seperti itu “sudah menjadi tradisi” , “misdinar butuh dana”, dan ada banyak kata-kata pembelaan yang lain.&lt;br /&gt;Nah ada yang harus kita pikirkan untuk adalah mengapa hal itu dapat terjadi dan mengapa tradisi-tradisi buruk dari senior-senior justru yang kita budayakan? Mengapa budaya baik seperti, bersih-bersih gereja dan alat liturgi, sikap yang baik saat menjadi pelayan altar, pengenalan seluk-beluk liturgi dan sopan satun sebagai misdinar justru hilang? Menjadi pertanyaan kita semua tentunya?   Ini kasus yang harus kita diskusikan bersama dan kita cari pemecahanya bersama.&lt;br /&gt;Misdinar  paroki kita itu adalah calon penerus genersi muda  gereja kita nah kalau bukan kita siapa yang akan mendampingi.  Harapan penulis  ada yang tergerak mendampingi mereka untuk mengereja dengan lebih baik lagi. &lt;strong&gt;I hope !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.mitromoto.co.nr&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-154406982978189308?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/154406982978189308/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=154406982978189308' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/154406982978189308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/154406982978189308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2007/07/siapa-mau-mendampingi-misdinar.html' title='Siapa Mau Mendampingi Misdinar?'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-5388215277043603648</id><published>2007-07-03T03:17:00.000-07:00</published><updated>2007-07-03T03:32:43.282-07:00</updated><title type='text'>Cahaya Lembut Sebuah Lilin</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_VjRlfEfruHA/RoolKTgJqlI/AAAAAAAAAAM/xTLwo5CWkT0/s1600-h/DSCF4937.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5082915988405070418" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_VjRlfEfruHA/RoolKTgJqlI/AAAAAAAAAAM/xTLwo5CWkT0/s400/DSCF4937.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oleh:&lt;br /&gt;Gregorius Septa Agung Kurniawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa sebelum sulur cahaya fajar merekah, lonceng berdentang yang frekuensinya tidak asing lagi bagi telinga Magdalena. Dentang itu sekaligus pengganti jam weker yang lama ingin dimilikinya namun sampai hari ini belum juga dipegangnya. Sebenarnya pagi itu matanya masih mengantuk, bagai kelopaknya dikunci dengan seribu borgol. Namun dentang itu menyulut semangatnya dan membakar niatnya agar segera beranjak dari ranjang. Dengan berjalan terhuyung-huyung menuju kamar mandi dia menyambar handuk yang ada di dinding. Begitu terguyur air kesegaran, seribu borgol di matanya seolah berdentingan di lantai dan ia merasa segar.&lt;br /&gt;Mengenakan baju warna biru muda dan celana rok panjang warna putih, Magdalena berjalan menyusuri trotoar menuju sebuah gereja tua menenteng sebuah buku yang dibalut sampul tebal warna hitam. Di depan gereja dia selalu menyempatkan waktu melihat lonceng di atas bangunan gedung yang melengkung itu. Di pintu masuk dia juga selalu membaca tulisan di bawah menara lonceng dan melafalkannya secara pelan “Soli Deo Gloria”. Dia selalu membaca dan menghafalkannya namun sampai hari inipun dia juga tidak pernah tahu arti dari kata itu. Bukan kata itu yang penting untuk dipikirkannya ada banyak hal lain yang sudah menanti untuk dipikirkan dengan serius hari itu. Baginya bersyukur pada Tuhan atas awal hari dan karunia detik napas yang telah dilimpahkan padanya. Sehingga dapat memulai hari dengan mendengarkan Sabda Tuhan dan semangat hati untuk menikmati karunia-Nya dengan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;Selesai Misa Magdalena berjalan menuju sudut depan sekitar altar purba. Dia mengambil sebuah lilin, menyalakannya lalu berlutut dan memejamkan mata. Kali ini dia mendaraskan bulir-bulir kegelisahannya di depan Bunda Maria. Kontemplatifnya menunjukkan keinginan terdalamnya. Dalam hatinya dia bertanya, apakah benar seorang wanita diciptakan dari tulang rusuk seorang pria? Jika itu benar, mengapa sudah memasuki usia kepala dua dia tidak melihat adanya tanda-tanda akan bertemunya dengan seseorang yang kehilangan tulang rusuknya. Lalu apa itu makna panggilan? Apakah dia salah satu yang terpilih? Bulir-bulir kegelisahan itu didaraskan agar pikirannya lebih jernih memilih jalan yang ada di depannya. Dia tidak berdoa untuk dikabulkan permintaannya. Dia tahu dan menyadari bahwa manusia sendirilah yang mempunyai kebebasan untuk memilih. Dia hanya berdoa untuk mengeluarkan sampah-sampah di alam bawah sadarnya agar menguap keluar sehingga yang tertinggal adalah kejernihan dan kebenaran sehingga pilihan yang dijalaninya tepat.&lt;br /&gt;Selama memejamkan mata, Magdalena tidak mengikuti pikirannya yang berkecamuk. Dia hanya berusaha mengekor di setiap pikiran yang muncul. Pikiran-pikirannya dan keinginannya timbul tenggelam silih berganti. Hanya ada satu yang tidak bisa hilang dan imajinasi itu terus muncul adalah wajah seorang laki-laki sedang menyanyi di barisan belakang sebuah koor. Wajah itu menatapnya, matanya bercahaya seperti cahaya lilin yang tadi disulutnya.&lt;br /&gt;Pelan-pelan ia membuka matanya. Lalu duduk diam menatap ke depan. Cahaya Lilin di bawah Bunda Maria melambai mengingatkannya akan mata laki-laki yang menatapnya di barisan belakang paduan suara tadi. Lilin yang melambai itu terus dipandangnya. Lilin itu menetes laksana tetesan keringat yang menyatakan keletihannya. Sama seperti keletihannya untuk tetap menanti tanda-tanda. Di sekitar sumbu, minyak menggenang mencoba bertahan agar cahaya lilin tetap menyala menerangi keremangan. Air matanya mungkin juga menggenang dan menetes entah sudah kesekian kalinya berharap agar dirinya tetap menjadi cahaya bagi lingkungan pergaulannya. Magdalena tersenyum, kali ini dia melangkah ringan menuju pintu keluar dengan imajinasi yang samar tentang wajah laki-laki di deretan belakang sebuah paduan suara dengan mata bercahaya selembut lilin. Setelah mengambil air suci, menghadap tabernakel, lalu membuat tanda salib, dia keluar dari gereja tua menuju papan pengumuman. Siapa tahu kali ini ada pengumuman kegiatan yang menarik hatinya. Ketika berjalan ke arah papan pengumuman, alangkah terkejutnya dia melihat seorang laki-laki dari arah selatan menuntun sepeda onthelnya mau keluar gerbang. Dadanya berdegub sebab wajah itu tak lain adalah wajah seorang laki-laki yang berdiri di deretan koor dalam imajinasinya. Ketika laki-laki menengok ke muka, tatapan merekapun bertemu dan Magdalena seolah lemas lututnya ketika dalam bola mata laki-laki itu ada cahaya lilin yang melambai-lambai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu Minggu sore. Mentari hampir tenggelam di ufuk barat. Semburat cahayanya kuning keemasan memantul ke dinding bagian dalam gereja memendarkan warna kemilau di altar. Di deretan bangku bagian barat agak depan, Magdalena duduk dengan khusuk mendengarkan khotbah sore itu. Kasih itu sabar, Kasih itu murah hati, Kasih itu tidak memegahkan diri, Kasih itu tidak sombong. Kata-kata dari seorang pastur itu begitu sejuk masuk di telinganya. Lagu kupersembahkan yang dinyanyikan oleh Paduan Suara “Fidelis” menambah semangat sesudahnya. Begitu pula hati Magdalena yang ikut menari-nari ketika seorang laki-laki dengan mata selembut lilin berdiri di deretan belakang paduan suara itu. Dia jadi tahu bahwa lelaki itu ternyata salah seorang anggota paduan suara itu. Selesai misa Magdalena berjalan ke papan pengumuman lagi siapa tahu laki-laki dengan mata selembut lilin itu nanti muncul lagi dari arah selatan. Namun kali ini dia kecewa, tak ada sepeda yang keluar dari gerbang sebelah utara dan tak ada satu sepedapun diparkir di situ. Magdalena baru menyadari ketololannya bahwa hanya Misa Harian yang boleh memarkir sepeda di situ. Sedang kalau hari Sabtu dan Minggu umat memarkir sepedanya di gerbang belakang dekat Komsos.&lt;br /&gt;Kekecewaan Magdalena sedikit terobati ketika dia membaca di papan pengumuman. Pengumuman di salah sudut atas paling selatan berbunyi: Jika anda suka menyanyi dan tertarik untuk memuliakan nama Tuhan lewat kidung suaramu bergabunglah bersama kami: Paduan Suara Fidelis Paroki Bintaran Yogyakarta. Untuk memperingati Bulan Maria ini kami akan mengadakan Ziarah ke Gua Maria Kerep Ambarawa sekaligus ramah tamah dengan anggota baru. Berdampingan dengan pengumuman Fidelis di sampingnya juga ada panflet warna biru yang mengajaknya bermain musik. Namun Magdalena lebih serius membaca tentang Panflet milik Fidelis itu. Pengumuman itu seolah jawaban atas doa Magdalena selama ini. Segera dia mencari informasi ke Pengurus Fidelis dan mencantumkan namanya sebagai peserta ziarah.&lt;br /&gt;Minggu pagi, segerombolan anak muda duduk di halaman aula gereja. Bersendau gurau, ketawa-ketiwi, dan saling ejek. Di gerombolan lain ada pemuda yang ngobrol dengan serius. Di antara gerombolan pemudi itu ada seorang gadis yang mengikuti canda ria dengan matanya berkeliling dari tadi mencari seseorang. Setelah beberapa lama berpatroli mata itupun kelihatan kecewa ketika tidak ditemui apa yang dicarinya. Namun beberapa menit kemudian mata itu kembali berbinar ketika sebuah sepeda melintas di depannya. Lelaki agak gondrong, berkulit coklat gelap dengan senyum lebarnya berjalan mendekati rombongan pemuda. Tanpa disadarinya sepasang mata mengamatinya dengan tajam sejak tadi. Setelah terlihat cukup dan semua dirasa sudah kumpul, rombongan itupun segera dinaikkan bis dan rombongan lainnya naik satu buah mobil. Mata Magdalena tampak sedikit kecewa ketika dia harus berpisah dengan rombongan lelaki bermata lilin tadi.&lt;br /&gt;Selama dalam perjalanan Magdalena mencoba merefleksikan diri apa makna dari semua ini. Apakah memang dia harus ke Golgota dulu agar bisa memaknai arti cinta? Apakah begini cinta. Mengapa kehidupannya tidak seindah seperti cerita sinetron di TV? Pertanyaan itu berkecamuk dalam perjalanan itu. Namun dia membuang jauh lamunannya dan mencoba membaur dengan teman satu bisnya yang dari tadi ketawa-ketiwi. Mbak Margaretha yang mencoba mengenalkan dirinya dengan semua peserta dan dia mulai tahu nama para peserta lain ada yang namanya Brigitta, Yustina, Cicilia, Ester, Francisca, Theresia, Yohana, Martha, dan lain-lain. Dia sudah punya banyak kenalan di sana namun rasanya masih hampa, masih kosong seolah masih ada yang belum dimengertinya.&lt;br /&gt;Matahari menyengat membakar apa saja yang ada dibawahnya termasuk peserta ziarah. Gara-gara ulah matahari maka topi, lengan panjang, dan jaket menjadi berguna. Namun Topi dan jaket tidak bisa memadamkan hati Magdalena yang seolah terbakar ketika lelaki dengan mata selembut lilin itu berjalan bersama seorang wanita yang tampak mesra. Namun di perhentian pertama api amarahnya agak mereda ketika melihat gambar Yesus lalu dia mulai teringat akan kata-kata pastur sore itu: Kasih itu tidak cemburu. Kali ini bukan hanya kata-kata saja atau tulisan di kitab suci namun dia harus mengalaminya sendiri dan menerapkan ajaran itu.&lt;br /&gt;Mentari semakin menyengat begitu juga jalan salib itu bertambah berat bagi Magdalena ketika dia harus menyulut lilin dan meletakkannya, berdoa dan memandang lilin itu lalu imajinasinya membayangkan seorang lelaki bermata selembut lilin. Namun kali ini lelaki itu ditempel terus dan berjalan berdampingan terus bersama wanita lain. Buku doa mereka pakai berdua dan ketika wanita itu mau meletakkan lilin, lelaki bermata selembut lilin itu yang menyalakannya. Seolah mereka sangat romantis dan harmonis dan semua itu terjadi di depan mata Magdalena. Seolah semua mimpi sia-sia. Semua imajinasi menjadi sirna.&lt;br /&gt;Di Pemberhentian, ketika Yesus jatuh untuk pertama kali. Itu juga yang dirasakan Magdalena. Hatinya rasanya runtuh, namun dia tetap berjalan seperti Yesus harus menyelesaikan jalan salibnya. Di pemberhentian ketika Yesus jatuh untuk kedua kalinya, saat itu wanita yang berada di samping lelaki bermata selembut lilin tadi terpleset batu licin sehingga membuat Si Lilin memegangnya dan mereka berdua hampir jatuh bersamaan dalam posisi berpelukan erat. Kali ini hati Magdalena jatuh untuk yang kedua kalinya. Saat itu Magdalena bisa memahami arti Sabda Yesus: Ya Bapa Ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar altar purba, retakan dinding sudah merapat. Memancar harap mengukir sejarah. Bunga-bunga tersenyum, dupa menari berkeliling. Simfoni organ bergaung menggema menggetarkan gedung lengkung. Kidung Magdalena berkumandang dengan indah. Hanya kali ini dia tidak lagi berada di deretan kursi sebelah barat. Di belakangnya sekarang berdiri lelaki bermata cahaya lilin. Magdalena sudah tahu namanya namun kali ini setiap kali mereka mempersembahkan kidung agung mereka, Magdalena tidak lagi bisa memandang keindahan mata cahaya lilin yang melambai itu. Namun sekarang dia merasa hangat jika disinari oleh cahaya itu dari belakang. Dia tidak melihat lagi namun percaya bahwa berada dekat dengan cahaya itu akan menghangatkan hatinya dan mendamaikan jiwanya. Dia sekarang nyaman berada di komunitas itu dan merasa damai, tentram, dan bahagia ketika berada dekat dengan lelaki bercahaya selembut lilin itu. Hanya kadang Magdalena hatinya kembali menyala ketika dirigen di depannya matanya bercahaya ketika melihat lelaki bercahaya selembut lilin yang berdiri di belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bintaran, 1 Juli 2007 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-5388215277043603648?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/5388215277043603648/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=5388215277043603648' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/5388215277043603648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/5388215277043603648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2007/07/cahaya-lembut-sebuah-lilin.html' title='Cahaya Lembut Sebuah Lilin'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_VjRlfEfruHA/RoolKTgJqlI/AAAAAAAAAAM/xTLwo5CWkT0/s72-c/DSCF4937.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-114051811697303667</id><published>2006-02-21T02:31:00.000-08:00</published><updated>2007-04-13T13:01:13.335-07:00</updated><title type='text'>Salute Amore Christe</title><content type='html'>Hadir Lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lama berhenti kini kami mencoba memperbaharuinyakembali sebuah gagasan untuk pewartaan dalam dunia internet oleh kami mudika mungkin ini basi tapi memang begitulah adanya dan ternyata banyak juga yang mengunjugi gerakan ini,&lt;br /&gt;bahkan romo Lulu pun sempat mengujungi web ini terimakasih romo. Semoga semangat ini semakin maju dan  berkembang.&lt;br /&gt;Blog mudika St. Yusuf Bintaran sekarang telah bertambang dengan fitur baru Shout box semoga bermanfaat untuk membangun kritik dan saran bagi kami.   &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;salam kami&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-114051811697303667?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/114051811697303667/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=114051811697303667' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/114051811697303667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/114051811697303667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2006/02/salute-amore-christe.html' title='Salute Amore Christe'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-114051773996890318</id><published>2006-02-21T02:25:00.000-08:00</published><updated>2006-04-27T18:49:28.043-07:00</updated><title type='text'>Profile</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4543/2321/1600/S2020001.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4543/2321/200/S2020001.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4543/2321/1600/S2020001.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;Saint Josep Youth Community&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet sebuah dunia yang menampilkan global vilage&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=22768217&amp;postID=114051773996890318#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; dimana jarak dan batas-batas negara tidak tampak lagi. Moralitas yang membatasinya tak terperhitungkan lagi. Dunia menjadi tampak sangat kecil. Dalam situasi yang demikian ini menjadi tantangan dan sekaligus peluang untuk di manfaatkan. Segelitir kamu muda gereja yang peduli pada proses pendewasaan kaum muda parokinya. Mereka melihat dunia internet dapat menjadi salah satu sarana untuk mewujudakan pendampingan bagi kaum muda gerejanya yang semakin individual.&lt;br /&gt;Berbekal segala macam yang pas-pasan dan pengetahuan mengenai pastoral dalam dunia internet sekelompok kecil kamu muda ini membentu sebuah komunitas kecil peduli internet dengan mengahadirkan sebuah webblog untuk menggalang dan menyatukan hati kaum muda parokinya. Meskipun demikian pilihan mengahadirkan webblog kaum muda ini adalah sebuah pilihan yang tak mudah.&lt;br /&gt;“Today's revolution in social communications involves a fundamental reshaping of the elements by which people comprehend the world about them, and verify and express what they comprehend. The constant availability of images and ideas, and their rapid transmission even from continent to continent, have profound consequences, both positive and negative, for the psychological, moral and social development of persons, the structure and functioning of societies, intercultural communications, and the perception and transmission of values, world views, ideologies, and religious beliefs. ”The truth of these words has become clearer than ever during the past decade. Today it takes no great stretch of the imagination to envisage the earth as an interconnected globe humming with electronic transmission chattering planet nestled in the provident silence of space. The ethical question is whether this is contributing to authentic human development and helping individuals and peoples to be true to their transcendent destiny.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=22768217&amp;amp;postID=114051773996890318#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu gerakan kamu muda paroki Bintaran ini sangat sejalan dengan gagasan yang muncul dalam website komsos yaitu www.ber-komsos.blogspot.com yang melansir kata-kata dari dekrit Inter Mirifica art 3 yang mengatakan bahwa sikap gereja terhadap alat-alat komunikasi sosial adalah sebagai berikut Gereja Katolik didirikan oleh Kristus Tuhan untuk membawa keselamatan kepada semua manusia. Karena itu ia didesak dengan sangat untuk menginjil, dan menganggap bagian dari tugasnya untuk mewartakan berita keselamatan juga melalui alat-alat komunikasi dan untuk mengajar manusia mengenai penggunaannya yang tepat. Maka Gereja mempunyai hak alamiah untuk menggunakan dan memiliki serba ragam alat ini, sejauh dibutuhkan dan berguna bagi pendidikan Kristen dan bagi semua usaha penyelamatan jiwa-jiwa. Adalah tugas para gembala kudus untuk mengajar dan membimbing umat sekian, sehingga juga berkat bantuan alat-alat ini, mereka memperoleh keselamatan dan kesempurnaan dirinya dan seluruh umat manusia. Selain itu, adalah tugas terutama para awam, untuk mengilhami alat-alat ini dengan semangat manusiawi dan semangat Kristiani, sehingga sesuai dengan rencana Ilahi.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=22768217&amp;postID=114051773996890318#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berbekal keyakinan dan di perkuat dengan adanya berbagai dekrit yang mengatur soal pastoral dalam dunia internet inilah akhirnya web paguyuban kaum muda paroki Bintaran terwujud. Meski bemodal dengkul dan pengalaman serta kemampuan yang seadanya wajah kaum paroki St. Yusuf Bintaran dalam dunia internet di goreskan.&lt;br /&gt;II. Profile Youth Saint Josef Community (YSJC)&lt;br /&gt;Youth Saint Josef Community yang sering disingkat dengan YSJC bukanlah sebuah organisasi kepemudaan resmi dibawah paroki Bintaran melainkan sebuah kelompok minat kaum muda pada dunia internet. Meski sebagian besar dari anggotanya adalah mudika paroki Bintaran yang mempunyai keprihatinan pada pendampingan dan gerak dinamika mudika yang akhir-akhir ini terjebak dalam situasi yang “amem” dan sepi-sepi saja.&lt;br /&gt;Selain punya minat dalam dunia internet para anggota komunitas ini juga mempunyai kemampuan akademis yang mendukung. Latar belakang pendidikan yang bervariasi dari SMA sampai perguruan tinggi. Selain itu sebagian ada yang telah bekerja ada juga yang masih studi. Mulai dari teknisi sampai wartawan. Kenyataan inilah yang menjadikan YSJC semakin tangguh dalam mengelola website. Awal munculnya ide membuat webblog ini terjadi saat ada obrolan di aula tempat biasa mudika paroki berolah raga yaitu badminton. Tanpa senggaja obrolan mengarah pada gerakan kaum muda yang ingin merucingkan gerakannya. Peruncingan gagasan pembuatan webblog terjadi pada saat kumpul-kumpul teman-teman mudika paroki Bintaran setelah tugas parkir dan dilajutkan pada pertemuan informal di lobby kantor Komsos KAS.&lt;br /&gt;Gagasan Awalnya program pembuatan webblog mudika ini hanyalah sebagai ajang untuk tukar pikiran, pengalaman dan sekaligus bahan-bahan untuk pertemuan mudika. Selanjutnya tujuan blogger mudika bergeser menjadi lebih serius yaitu sebagai sebuah counter pada situasi mudika paroki yang tidak terlalu mendapat perhatian kaum tua. Selanjutnya setelah beberapa kali pertemuan akhirnya tujuan blogger mudika ini semakin mengkristal yaitu menjadi sarana kontak dan sekaligus menjadi ajang untuk merenungkan ekspresi kaum muda Paroki Bintaran. Setelah gagasan blogger mudika ini mengkristal akhirnya beberapa teman mulia mengerjakan web ini dengan berbagai sumber tulisan yang telah ada. Pada tanggal 20 Februari 2005 akhirnya web ini publish di dalam internet online zone blogspot dengan nama web yaitu http://mudikabintaran.blogspot.com. Tidak lama setelah itu webblog ini kemudian menjadi salah satu web yang di link ke website Keuskupan Agung Semarang (www.kasemarang.org)&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=22768217&amp;amp;postID=114051773996890318#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;III. Permasalahan&lt;br /&gt;Dalam setiap gerakan yang mencoba mensikapi keadaan sebagai sebuah bentuk representasi dari aksi yang ada tentu memunculkan pro dan kontra di dalamnya. Pertama yang hendak di bahas adalah faktor pendukung dari gerakan mudika Bintaran ini adalah&lt;br /&gt;· Ada keprihatinan yang hendak di perjuangkan segelintir anak muda yang&lt;br /&gt;kreatif ini, yaitu membuat kegiatan mudika lebih menarik dan menjadi&lt;br /&gt;ispirasi gerekan kaum muda linkungan serta masyarakat luas.&lt;br /&gt;· Didukung oleh Komisi Komunikasi Sosial dengan uplink dan juga saran agar web ini makin berkembang.&lt;br /&gt;· Kemapuan Intelektual, pendidikan, dan kerjasama yang baik antar anggota tim webblog.&lt;br /&gt;· Tidak ada organisasi yang terikat, melainkan menjadi paguyuban atau forum bebas bicara hingga paswordnyapun menjadi sangat terbuka untuk siapa saja yang ingin posting.&lt;br /&gt;· Didukung juga oleh teman-teman yang berkemampuan lebih dalam bidang internet, fotografi, peliputan jurnalistik, dan pastoral kaum muda.&lt;br /&gt;Meski demikian banyak dukungan toh masih saja ada masalah yang kurang mendukung dalam pelayanan kaum muda di bidang internet ini.&lt;br /&gt;· Pendanaan yang masih di support dengan uang saku masing-masing anggota tim yang terlibat. Dalam hal ini dana menjadi sangat vital karena akses internet hanya bisa dilakukan dari warnet saja.&lt;br /&gt;· Kurangnya sosialisasi pada teman-teman mudika yang lain karena saat ini mudika paroki masih terfokus pada kegiatan-kegiatan yang telah teragenda sebelumnya.&lt;br /&gt;· Kurang solidnya tim karena adanya kesibukan yang berbeda-beda sehingga konsep content web masih belum maksimal.&lt;br /&gt;Namun demikian webblog ini menjadi tonggak kebangkitan kaum muda paroki Bintaran yang justru memunculkan ide-ide segar yang sangat berguna bagi kaum muda pada khususnya dan seluruh paroki pada umumnya.&lt;br /&gt;IV. Pola pendampingan&lt;br /&gt;Gagasan dasar pendampingan ini muncul dari ide keterlibatan sebagian kaum muda paroki Bintaran yang terlibat di Komsos KAS dan Komisi Kepemudaan Kevikepan Jogja. Ide awal dilontarkan oleh Romo Willem Pau, Pr ketua Komsos KAS. “Menjadi seorang rasul tidaklah sulit di jaman sekarang ini, tinggal mau atau tidak, meski belum ada wadah khusus dalam gereja mengenai masalah pastoral ini. Paling tidak kami pernah saling bertemu secara pribadi, mensharingkan pengalaman pelayanan kami dan disana muncul ide-ide pengembangan pastoral ini, sampai saat ini apa yang kami lakukan kami sebut sebagai proses animasi,“ ungkap Rm Willem, Pr.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=22768217&amp;postID=114051773996890318#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt; Gagasan ini juga tidak terlepas dari gagasan SGKI yang intinya adalah bangkit dan bergeraklah, sehingga dalam proses gerakan ini kaum muda paroki Bintaran tidak ingin cepat-cepat puas dalam menjalankan segala bentuk kegiatan dan usaha membangkitkan semangat anggota-anggotanya.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=22768217&amp;amp;postID=114051773996890318#_ftn6" name="_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gerakan baru pendampingan yang dilakukan adalah dari, oleh, dan bersama kaum muda itu sendiri. Pendampingan dilakukan oleh kaum muda paroki Bintaran sendiri (mudika senior). Pendampingan diperuntukan bagi mudika itu sendiri dan program pendampinganya di oleh sendiri berdasarkan data dan pengalaman yang dialami sendiri oleh kaum muda itu sendiri.&lt;br /&gt;Program pengolahan dalam mengelola webblog ini juga bersumber dari hasil pertemuan Pernas dan SGKI yang baru lalu, yaitu 5 pertanyaan yang muncul setelah pertemuan itu bagaiman memulainya, bagaimana memeliharanya, bagaimana meluaskanya, bagaimana menilainya, dan bagaimana dari penilaian itu gerakan semakin meluas.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=22768217&amp;postID=114051773996890318#_ftn7" name="_ftnref7"&gt;[7]&lt;/a&gt; Pertanyaan-pertanyaan inilah yang menjadi titik pijak pengembangan gerakan pastoral internet bagi kaum muda yang muncul dari mudika Bintaran, dilaksanakan oleh mudika Bintaran dan berkembang bersama-sama. Inilah arti dari metode pendampingan alla teman seperjalanan.&lt;br /&gt;V. Harapan dan Keinginan di masa sekarang dan yang akan datang&lt;br /&gt;Berikut ini ungkapan keinginan yang diharapakan oleh kaum muda Bintaran Tina, sekertaris Paroki St. Yusuf Bintaran yang aktif dalam mudika mengatakan “Adanya website kaum muda dan mudika pastinya akan menambah jaringan kaum muda yang ada di keuskupan ini, sehingga ketika kita membutuhkan bantuan atau dimintai membantu semuanya akan terselengara dengan mudah lewat jaringan itu” “Prinsipnya web ini menjadi ajang komukasi dan sosialisasi program-program paguyuban kami, selain menampilkan renungan dan sekaligus profil mudika yang menurut kami layak diacungi jempol kiprahnya dalam paroki maupun kegiatan diluar linkup gereja,” tutur Irwan salah seorang pengagas ide website yang paguyuban kaum muda Bintaran. ”Saya dapat belajar dan kemudian mengaplikasikan apa yang saya dapat dari komunitas kaum muda yang lain melalui internet untuk mendukung gerak langkah karya pastoral kaum muda di paroki saya sendiri,” ungkap Edgar. Arya salah seorang netter muda yang mengelola dan pendamping webblog mudika Bintaran. “Alasan kami cuma sederhana yaitu memfasilitasi anak muda yang aktif dan dinamis dan mengakomodir tren browsing dan surfing internet anak muda saat ini, sehingga dalam berbagai kesempatan mereka bisa mendapatkan sentuhan rohani” &lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=22768217&amp;amp;postID=114051773996890318#_ftn8" name="_ftnref8"&gt;[8]&lt;/a&gt; Inilah harapan dan gagasan yang akan datang sehingga target audiens dalam blogger mudika paroki Bintaran. Harapan yang pasti blogger ini semakin menyemarakan, menginspirasikan dan membuaka wacana bagi kaum tua di paroki Bintaran.&lt;br /&gt;VI. Penutup&lt;br /&gt;Sejak dikeluarkanya dokumen resmi ini oleh Bapa Suci Yohanes Paulus II yaitu Ethics In Internet. Dokumen itu berisi bagaimana sikap gereja mengenai pengunaan teknelogi informasi yang berbasis internet baik secara moral maupun pastoral. Hal ini memberikan inspirasi pada para petugas pastoral baik itu para pastur, biarawan, biarawati, maupun petugas pastoral dari kalangan umat. Dalam Rangka menyambut baik ajakan Paus Yohanes Paulus II lewat dokumen resmi gereja tersebut. Saat ini telah banyak paroki-paroki atau paguyuban katolik memanfaatkan website dan email untuk mempermudah dan memperlancar komunikasi para anggotanya. Tak ketinggalan biara-biara, komunitas religius memanfaatkan sarana internet ini untuk memperluas tersebarnya kabar sukacita Allah. Arus yang sedemikian kuat dalam pemanfaatan internet dan aplikasi digital kedalam karya pastoral, menjadikan pertanyaan apakah hal ini sekedar tren atau merupakan peluang atau justru tantangan dalam karya kerasulan gereja? Pertanyaan demi pertanyaan muncul dan menjadi sebuah penegasan dalam memanfaatkan teknologi informasi yang sangat pesat berkembang. Seberapa banyak pengunjungnya website gerejawi ini dan mengingat begitu banyak keperluan dan kebutuhan yang bisa di akses dari internet, dan masih luasnya lahan pastoral di dalamnya maka hal ini menjadi tantangan serius bagi gereja. Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." (Matius 4:18-19) dari cukilan bacaan injil tadi memberikan gambaran pada kita bahwa ladang pewartaan dalam dunia internet sangatlah luas. Jaring yang kita terbar adalah sebagian kecil dari tidakan kita memyebarkan kasih Allah tersebut.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=22768217&amp;postID=114051773996890318#_ftn9" name="_ftnref9"&gt;[9]&lt;/a&gt; Bagaimana kelanjutanya dari pastoral internet bagi kaum muda ini? Mari kita dukung dan bantu sekuat tenaga yang kita miliki karena dunia membutuhkannya.&lt;br /&gt;Bahan Bacaan pokok&lt;br /&gt;1. Dwi harsanto, Pr. Bangkit Dan Bergeraklah! Bagaimana memulainya ?, dalam&lt;br /&gt;&lt;&lt;salus&gt;&gt; Edisi : 40, Th. XIV, Februari-April 2006&lt;br /&gt;2. Bagus Sumitro, Era Digital Dalam Gereja, dlm &lt;&lt;praba&gt;&gt;&lt;br /&gt;Tahun LVI-No: 06–Maret-II-2006 hal 10&lt;br /&gt;3. Dekrit Inter mirifica&lt;br /&gt;4. Ethics In Internet&lt;br /&gt;Bacaan Pendukung&lt;br /&gt;1. http://www. ber-komsos. blogspot.com&lt;br /&gt;2. http://www. mudikaBintaran.blogspot.com&lt;br /&gt;3. http://www.kasemarang.org&lt;br /&gt;4. http://www.saintjosef.com.au&lt;br /&gt;5. http://www.vatican.va&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=22768217&amp;amp;postID=114051773996890318#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt;. bdk. Etics In Internet. art 1.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=22768217&amp;postID=114051773996890318#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt;.Ethics In Internet.art 1 (www.vatican.va)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=22768217&amp;amp;postID=114051773996890318#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt; lih. Dekrit Inter mirifica art.3&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=22768217&amp;postID=114051773996890318#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Saat ini website Keuskupan Agung Semarang memuat link dari berbagai website paroki dibawahnya atau kegiatan mudika dan berbagai link yang berkaitan erat dengan pastoral praktis. Lihat saja http://www.kasemarang.org&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=22768217&amp;amp;postID=114051773996890318#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt; Bagus S, Era Digital Dalam Gereja, dlm &lt;&lt;praba&gt;&gt; Tahun LVI-No: 06 –Maret-II-2006 hal 10&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=22768217&amp;postID=114051773996890318#_ftnref6" name="_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt; Y. Dwi harsanto, Pr. Bangkit Dan Bergeraklah! Bagaimana memulainya ?, dalam &lt;&lt;salus&gt;&gt; Edisi : 40, Th. XIV, Februari-April 2006&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=22768217&amp;amp;postID=114051773996890318#_ftnref7" name="_ftn7"&gt;[7]&lt;/a&gt; Y. Dwi harsanto, Pr. Bangkit Dan Bergeraklah! Bagaimana memulainya ?, dalam &lt;&lt;salus&gt;&gt; Edisi : 40, Th. XIV, Februari-April 2006&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=22768217&amp;postID=114051773996890318#_ftnref8" name="_ftn8"&gt;[8]&lt;/a&gt; Bagus S, Era Digital Dalam Gereja, dalam &lt;&lt;praba&gt;&gt; Tahun LVI-No: 06 –Maret-II-2006 hal 10&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=22768217&amp;amp;postID=114051773996890318#_ftnref9" name="_ftn9"&gt;[9]&lt;/a&gt; Bagus S, Era Digital Dalam Gereja, dalam &lt;&lt;praba&gt;&gt; Tahun LVI-No: 06 –Maret-II-2006 hal 10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-114051773996890318?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/114051773996890318/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=114051773996890318' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/114051773996890318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/114051773996890318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2006/02/profile.html' title='Profile'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-114051722117420836</id><published>2006-02-21T02:14:00.000-08:00</published><updated>2006-05-06T23:05:05.050-07:00</updated><title type='text'>Share</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4543/2321/1600/b.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4543/2321/320/b.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4543/2321/1600/S2020007.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;Seribu Kumbang Dua Mawar Berduri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Greg. S.A.K&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tertulislah kisah tentang bungga Mawar&lt;br /&gt;Di tengah belukar yang penuh dengan duri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Mereka memang bungga mawar yang sedang mekar. Segar, matanya berbinar, tapi bikin onar. Pancaran matanya dan keindahan tubuhnya memang menghipnotis setiap mata yang menatapnya. Kehadirannya laksana bidadari turun dari kayangan melewati pelangi dan mandi di kali. Namun tempat turunnya bidadari itu bukanya sebuah kalai bening ataupun telaga biru, tapi ladang belukar yang penuh dengan duri. Suatu tempat yang penduduknya kurang harmonis , sinis satu dengan yang lain tapi, bermulut manis. Saling iri untuk menghampiri, saling dengki untuk memulai. Pimpinannya hanya tukang perintah yang tak mau dibantah. Apalagi penduduknya suka terserah dan ogah untuk bergairah alasannya mereka sedang gerah. Melihat bidadari turun dari kayangan para pemuda segera membunyikan kentongan, memanggil warga yang terlenan oleh tiupan kotak ajaib berantena. Lingkungan yang tadinya tenang tak bergelombang tiba-tiba histeris , melankolis, dan miris. Mulailah mulut-mulut crat, crit, crut bahakan lubang kentut juga ikutan ribut. Berita tentang turunnya sang bidadari mulai tersebar, lebar, dan bikin jantung pada pemuda berdebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Semerbak harumnya yang tiada tara&lt;br /&gt;Siapapun ingin memetik bunga itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Mulailah di warung kucingan dan rumah tempat nongkrong para pemuda terdengar cerita-cerita laksana turunya wahyu dari alam baka. Ada yang cerita sebelum turunya bidadari ke lingkungan mereka melihat bintang jatuh. Ada yang bermimpi ketika mereka bernyanyi di gereja melihat cahaya kemilau di altar. Ada yang suka meditasi dalam meditasinya melihat dua bidadari berpakaian putih bersih. Seorang lagi punya firasat ketika tiba-tiba bunga-bunga di kebunya mekar semua. Namun ada juga yang suka mengerutu, terasa lucu ketika anjingnya cuma beranak satu. Namun bagaimanapun juga kehadiran bidadari itu membuat lingkungan yang tadinya berjalan lamban tak ada perubahan tiba-tiba seolah punya energi baru yang siap mengerakan roda untuk melesat secepat kilat.&lt;br /&gt;Seolah-olah mendapat firasat dunia akan kiamat, tiba-tiba banyak pemuda yang bertobat. Sang pendekar mabuk yang tiap malam minggu duduk terkantuk-kantuk mengengam botol yang menyebabkan uhuk ketika bertemu dengan bidadari itu hanya tunduk , dadanya bergemuruh seolah-olah diaduk-aduk, dan sekarang tidap malam ia hanya merasa dirnya seekor pungguk. Ketua pemuda yang harusnya bijaksana dan selalu menyapa ketika berjumpa, tiba-tiba lupa akan tugas dan terlena berada dekat bidadari tiap harinya dan melupakan kewajibanya bahawa ia harus memberi teladan dan contoh bagi anggotanya. Sekarang bukan teks-teks gereja lagi yang dipegangnya namun lagu milik dewa yang tidap malam didendangkannya. Jugaragan hape yang selalu leda-lede dan memble sekarang dandanannya sok kece, perlente, dan ngomongya lu..lu..gue…gue, tapi kadang kere karena tak kuasa terperdaya oleh rayuan wanita yang mempesona hatinya. Pengusaha wartel yang dulunya kucel, sering gateldan bandel tak punya udel yang selalu menebar pesona pada semua wanita disekitarnya (termasuk gadis tahun 45 kaleeeee! red), sekarang menjadi satun, romantis, menawan dan sok pahlawan setelah tertawan sang perawan, seorang keturunan yang suka hura-hura, foya-foya, dan nggaya setelah bersitatap dengan bidadari menjadi mandiri, baik hati, rapi, jiak bidadri sendirian ia rela mengantar kemanapun sang bidadari ingin pergi. Seorang karismatik yang nyentrik sekarang pikirannya penuh intrik untuk menarik sang bidadari. Bahkan mantan ketua pemuda pusat yang sudah punya pacar, rela namanya cemar karena ketahuan berbuat onar dengan samar mendekati bidadari tatkala sang pacar berada diluar. Memang hadirnya bidadari membuat mata para pemuda mengaga, terpana, seolah berusah menutupi dirnya kalau ketahuan pikiranya penuh dosa. Berusah menahan birahi, terkaing-kaing, melolong-lolong , dan mengemis-ngemis butuh pengampunan dosa melihat bidadari di depan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Banyaklah kumbang datang ingin menghisap madunya&lt;br /&gt;Aduh sayang…..&lt;br /&gt;Banyak kumbang yang mati karena tertusuk duri&lt;br /&gt;Aduh malang…….&lt;br /&gt;(mesakake tenan …….! red)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Beberapa waktu berjalan ternyata memabawa kesan. Bidadari yang melihat pelangi dan teman-temanya sedang mandi mandi dikali ingin pergi, sebab kehadiranya di bumi tak seperti yang ia kehendaki. Wanita-wanita yang dijjumpai dilingkungan seolah menyembuyikan kelawang dibalik kutang. Ada yang membawa belati karena iri. Ada yang membawa gergaji karena dengki, ada yang membawa tatah karena sebah. Ada yang membawa garpu kerena dibakar cemburu. Begitu juga para kumbang diam-diam saling asah pedang, dan ingin saling tusuk jika tak berhasil membujuk. Saling asah belati ingin unjuk gigi. Lebih parah lagi saling menjatuhan untuk memperoleh harapan. Meskipun setelah berhadapan langsung dengan bidadari ; pedang, kelewang, belati, gergaji, tatah, dan garpu itu akan jatuh berdentingan ke lantai tanpa ada satupun yang mau memungutnya dan membiarkanya berada disana karena terpesona. Mata bidadari itu akan membilas hati para pemuda dan wanita tadi. Matanya bagai lintah yang menyedot nanah dan dan darah kotor para pemuda untuk dikembalikannya menjadi darah segar yang bersih dan penuh cinta.&lt;br /&gt;Keinginan untuk terbang kembali meninggalkan bumi masih terhambat karena dia belum menemukan seledang yang bisa mebawanya terbang. Selendang itu masih disembunyikan para kumbang dilubang terdalam hati mereka. Selama ini bidadari masih mencari selendang yang asli miliknya sendiri yang bisa membawanya terbang kekayangan. Yang aku tahu pasti selama ini hanya selendang palsu yang selalu di berikan sang kumbang tanpa kenal kasihan, dan hanya selendang palsu yang selalu ia temukan sehingga tatap tidak bisa membahagiakan hatinya. Semoga ada kumbang yang berbaik hati mengembalikan selendang milik bidadari. (siapa mau mbalikin? Agung, Mitro, Bayu atau Edgar? ….red)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bramin, 23 April 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorri tulisan diedit supaya tidak menyinggung orang lain tapi maksud dan tujuan tulisan ini tidak berubah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-114051722117420836?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/114051722117420836/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=114051722117420836' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/114051722117420836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/114051722117420836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2006/02/share.html' title='Share'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-114051683864731593</id><published>2006-02-21T02:09:00.000-08:00</published><updated>2007-04-13T13:06:52.928-07:00</updated><title type='text'>Spirite In Our Live</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Try This ….!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt; Sorry sebelumnya nih…cerita ini kan kejadianya pas ibadat Jumat Agung Perayaan Paskah tahun 2007 ini. Ceritanya genee…!  Aku kebentulan tuh jadi tim liturgi parokiku gerejaku. Nah pas juaat agung tuh biasanya ada yang namanya pasio pembacaan kisah sengsara yang dinyanyikan. Nah salah satu temanku tuh ada yang jadi koordinatornya dan dia kekuarangan orang buat pasio itu. Lalu kau nawarin diri untuk membawakan peran Yesus. Dengan asumsi pakai pola lagu yang bisanya dipakai.&lt;br /&gt; Nah pas pada latihan pertama tuh tiba-tiba diganti begitu aja pakai yang baru wah kelabakan aku. Maklumlah aku tuh rada buta notasi kalau belajar nyanyi lama buanget tapi sekali bisa nggak bakalan lupa. Nah ini latihan kuran 2 minggu dan latianya nggak rutin alias bolong-bolong semua pemeranya. Wal hasil aku lalu tuker peran jadi rakyat dan dinyayikan paduan suara. Lalu dengan seadanya Tugas lah para pemanin cadangan itu. Namanya juga cadangan ya pas-pasanlah lagipula koornya juga baru semua baru sekali nyanyi lagu ini. Ya pokoknya gitu deh.&lt;br /&gt; Akhirnya banyak pertanyaan dan cela yang kita dapat pada ibadat pertama karena pasionya apa adanya dan semrawut juga sih penyelengaraan misanya soalnya menerutku kurangnya koordinasi dan masing-masing orang pengen jadi pengatur. Hee….heee…. heee…... bagi yang kerja di EO ini wajah buruk EO yang setiap tahun ngerjain Tugas-tugas misa besar   nggak apa sih ini juga karena aku terlalu biasa dengan keteraturan penyelengaraan misa di seminari saat aku berada disitu.&lt;br /&gt; Gimana nggak kisruh panitia tuh nggak pernah rapat bareng secara pleno dengan tim-tim lain dan koordinasinya sendiri-sendiri. Kami dari Tim liturgy sih kerjanya kaya EO, dengan pembagan tugas jelas dan pengaung jawab jelas dan kordinasi dan pikiran yang sama. Dan kami menagung konsekuensi untuk menjadi pemain cadangan.&lt;br /&gt; Rasanya Tuh ketua tim liturgy membetuk Timnya dengan benar yaitu timliturgi (pemain cadangan dan petugas inti misa besar ) heee…heee …he bercanda tapi nyata. Nggak apa-apa sih tapi ya perlu di ingat oleh teman-teman muda separokiku, pekalah pada situasi yang seperti ini. Situasi dimana keterlibatan secara active teman-teman mudah bukan cuma disekitar lapangan parkir tapi juga di seputar altar.&lt;br /&gt; Ada apa saja di seputar altar itu: ada tim liturgy, yang isinya pemazur, lector, misdinar,prodiakon, koor, paramenta , dan banyak lagi termasuk dokumentasi, teknis dan banyak deh tinggal teman-teman muda mau nggak terlibat dan sebenarnya komunitas kita terbuka kok, siapa yang mau gabung kita terima asal itu mau kerja keras menghidupkan lagi gereja kita yang sedikit lesu, Having Fun Whit  Jesus, nyantai tapi serius dan suka guyon nggak boleh sakit hati dan itu pasti akan menjadi indah pada waktunya.&lt;br /&gt; Sebanrnya asik kok kumpul sama mbak-mbak dan mas-mas yang sudah senior (Tua) contohnya Pak Noto (Om Bo) anak pertamanya aja udah siap nikah tapi dia sendiri kalau kerja di misa besar sama anak muda yang mungkin usianya jauh dari anaknya sendiri tapi kerja kerasnya gilee benar booooo! Mas Risna, mas Pitoyo yang selalu setia ngebantu pak Noto. Oh iya mas Marsono  Tukang Photonya gerja itu juga nggak kalah hebat photogarafer yang sudah cukup kondang namanya aja masih sering dikerjain anak-anak pun enjoy kok kerja bareng sama kita. Nah masih ada mbak Rinda, mas Yoyok, Suster-suster Caritas yang cantik-cantik, mas Yoga, pak Karman, Siganteng Bagus, ada saya juga mitro yang lucu dan ngemesin, Eh itu ada mas Hanto dan Pacarnya mbak sapa eh kok aku lali to jenenge. Oh iya ada lagi si guanteng Wibi dan pokonya bayak buanget daeh yang mau terlibat tapi yaitu. Kita harus mau belajar supaya bisa menguasi semua bidang temasuk membuat teks misa nah itu mas Bowo yang siap ngajarinya. Ayo siapa yang mau gabung ? pasti Gusti seneng deh  karena semua terlibat dalam setiap kegiatan misa. Apalagi Mbak Helly eh salah Bu Helly Agus yang siap ngajari nyanyi.&lt;br /&gt; Intinya sih supaya semua dari kita terlibat dan tidak ndobel-ndobel tugas soalnya nih kantong pahala kita timliturgi tuh nggak gede-gede amat jadi ya gitu deh kalau kebanyakn ndobel tugas takut pahala kita luber dan yang lain nggak kebagian heeee heeee heeeee bencanda. Yang pasti kerja buat Tuhan Tuha nggak pernah ada mikirin pahala karena pasti akan ada upah yang besar di surga sebagai Anak Allah yang mau membagun paguyuban umat Allah!&lt;br /&gt; Hidup Upahmu besar di surga dan Paguyuban Umat Allah. …!!!!!!!!!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat Agung, 6 April 2007&lt;br /&gt;MITRO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-114051683864731593?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/114051683864731593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=114051683864731593' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/114051683864731593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/114051683864731593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2006/02/spirite-in-our-live.html' title='Spirite In Our Live'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-114051657306792857</id><published>2006-02-21T01:59:00.000-08:00</published><updated>2007-06-13T08:47:05.645-07:00</updated><title type='text'>Opinion</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bukan Sebuah Keharusan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bukan sebuah keharusan bagiku untuk memulai sesuatu ketika aku melihat gerejaku menjadi tidak bergairah dalam hidup mengerejanya. Tetapi  mengapa aku menjadi terkesan dan tertantang untuk memulai sesuatu di gerejaku ketika aku melihat suatu hal yang terasa hambar dalam hidup mengerejaku. Apakah ini titik balik atau dalam alam bawah sadarku aku melihat sesuatu yang  bermakna di dalamnya. Suatu syair indah yang mengalun dalam sebuah kemegahan dan menyadar dalam sinar yang temaram.&lt;br /&gt;Alunan lagu megah membahana dalam ruang yang hampa. Lagu itu tidak pernah ada penikmatnya. Lagu indah itu kemudian menjadi hambar. Tidak terasa megah lagi dan akhirnya menjadi basi. Sementara di sekelilingnya banyak yang mendambakan lagu itu untuk dinyanyikan  dalam balutan rasa yang seharusnya. Sejurus kemudian aku terpesona dengan buaian mimpi. Dimana mimpi itu ingin dinyatakan dalam rasa yang tak pernah sirna. Gerejaku yang megah menjadi tonggak simbol kebangkitan iman, dan menjadi gerakan bangkitanya spiritualitas hidup mengereja yang hancur diterpa barbagai bencana.&lt;br /&gt;Tuhan aku ingin bergerak. Tuhan aku ingin semangat itu kembali. Tuhan aku ingin masa kecilku yang berkembang dan bertumbuh di lingkungan gerja kembali. Itulah teriaku dalam doaku. Tanpa sadar sejenak aku teringat masa kecilku. Ya ketika aku di terima di dalam lingkungan gereja dengan ramah tanpa ada kecurigaan sedikitpun. Aku juga ingat ketika aku salah bukan di benci dan dimarahi, melainkan aku di dukung,  dididik, dan makin disayangi. Saat itu tumbuhlah kekagumanku pada sesosok figure seorang pastor yang menyayangi, melindungi, membimbing, dan menjadi peneguh panggilanku.&lt;br /&gt;Seiring waktu berlalu aku merasa yakin bahwa didalam gerejalah imanku tumbuh dan berkembang. Iman yang menjadi buah dan menjadi bagian dari sebuah perjalanan pewartaan iman. Tapi semuanya kini berubah. Banyak kecurigaan dan banyak pertentangan sekembalinya aku dari pertapaan. Entah mengapa ketika aku di pertapaan itu aku melihat banyak hal yang mengecewakan. Aku melihat gambaran wajah gereja yang amburadul dan banyak pertapanya yang menghamba pada Tahta, harta, dan Wanita. Tetapi aku takut untuk tidak setuju pada hal-hal itu. Wajah buruk itu seakan menjadi tampan ketika aku berasama dengan pertapa yang lain. Wajah penuh Koreng berbau busuk itu seakan menjadi wangi bak parfum mahal, padahal semua itu hanya kosong dan semu.&lt;br /&gt;Waktupun berlalu bisikan itu kembali datang. Dengan format yang berbeda. “Jadilah Rasul….!” Begitu kata terdengar jelas meski hanya  berbisik di telingaku. Apa yang di maksud dalam bisikan itu aku sendiri tidak tahu pasti. Aku hanya tahu bahwa aku ingin pendamping yang setia dan tanpa kenal lelah. Kembali suara itu datang “ aku akan bersama kamu dan memberikan semua yang kamu butuhkan.  Aku masih belum paham apa yang di maksud dengan suara itu. Aku masih bingung dan tidak paham dengan semua itu.&lt;br /&gt;Dalam titik tertentu aku sadar suara itu adalah suara hatiku. Suara yang mengajak aku untuk kembali bersemangat dalam hidup mengereja. Meski sebenarnya ada agenda lain dalam hati dan benakku tetapi suara itu terus mengajak aku untuk kembali bersemangat. Lalu aku berpikir bahwa bukan apa yang aku dapat dari gereja melainkan apa yang dapat ku berikan. Jawabku adalah yang dapat ku berikan adalah semangat dan tenagaku meski aku masih berpikir mengenai  aku yang belum mampu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;         &lt;strong&gt;Mitro Saat sedang berpikir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-114051657306792857?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/114051657306792857/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=114051657306792857' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/114051657306792857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/114051657306792857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2006/02/opinion.html' title='Opinion'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-114051597603257497</id><published>2006-02-21T01:56:00.000-08:00</published><updated>2007-04-13T13:04:21.122-07:00</updated><title type='text'>Youth Bintaran News</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Income News wel be ! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-114051597603257497?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/114051597603257497/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=114051597603257497' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/114051597603257497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/114051597603257497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2006/02/youth-bintaran-news.html' title='Youth Bintaran News'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22768217.post-114051575501095744</id><published>2006-02-21T01:49:00.000-08:00</published><updated>2007-04-13T13:09:17.925-07:00</updated><title type='text'>YSJ Community In Frame</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;INI LUCU KALI YA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, Ketika Sesuatu?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali ada bapak-bapak mengkomentari petugas pasio Perayaan Jumat Agung.&lt;br /&gt;Bapak : Wah ini pasionya pakai pola lagu yang baru ya ?&lt;br /&gt;Petugas : Iya pak ini pakai karangnya Scoder !&lt;br /&gt;Bapak : Ooooo, gitu ya !, kok makanya suaranya minor-minor begitu?&lt;br /&gt;Petugas : Maklum pak ini kan penyayinya adalah pemain cadangan!&lt;br /&gt;Bapak : Oh begitu, Lah biasanya dia main di kesebelasan mana?&lt;br /&gt;Petugas : Wooooo Ra Dong Tenan Ki…..!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Romo Yang Di Salip&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai perayaan Jumat Agung Romo pemimpin ibadat kecewa dengan tugas para petugas pasio:&lt;br /&gt;Romo : Piye pasionya, kurang latian sih !?&lt;br /&gt;Petugas : Ya ginilah Mo, kalau pemain cadangan !&lt;br /&gt;Romo  : seharusnya pemain cadangan itu lebih hebat, tentara tuh kalau cadangan pasti mrantasi&lt;br /&gt;Petugas : Tapi kami bukan tentara!&lt;br /&gt;Romo  : ini kan hanya perumpamaan saja!&lt;br /&gt;Petugas2 : Sebenarnya kan nggak apa-apa Romo kan jadi lebih bisa menghayati rasanya yeus disalib dan diolok-olok&lt;br /&gt;Romo  : ……..????&lt;br /&gt;Petugas : Iya Romo saat misa tadi kan menjadi saat paling berkesan bagi kita semua Karena Romo dan petugas pasio semuanya di salib umat ya kan!!!&lt;br /&gt;Romo :………..????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22768217-114051575501095744?l=mudikabintaran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/feeds/114051575501095744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22768217&amp;postID=114051575501095744' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/114051575501095744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22768217/posts/default/114051575501095744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudikabintaran.blogspot.com/2006/02/ysj-community-in-frame.html' title='YSJ Community In Frame'/><author><name>MUDIKA BINTARAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17629426998232103710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
